
BOGORTODAY.COM – Menikmati es krim atau minuman dingin di tengah cuaca panas memang terasa menyegarkan. Namun, sebagian orang pernah mengalami sensasi nyeri tajam yang muncul secara mendadak di bagian kepala beberapa detik setelah menggigit es krim atau meneguk minuman yang sangat dingin.
Fenomena ini sering disebut sebagai brain freeze atau “kepala membeku”. Meski umum terjadi, tidak banyak orang yang mengetahui apa sebenarnya penyebab kondisi tersebut.
Apa Itu Brain Freeze?
Brain freeze merupakan respons alami tubuh terhadap paparan suhu dingin yang ekstrem di area mulut bagian atas. Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa sakit yang muncul tiba-tiba di dahi atau pelipis, lalu menghilang dalam waktu singkat.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki riwayat migrain cenderung lebih mudah mengalami brain freeze dibandingkan mereka yang tidak memiliki gangguan sakit kepala tersebut.
Proses yang Terjadi di Dalam Tubuh
Saat es krim atau minuman dingin menyentuh langit-langit mulut bagian belakang, tubuh langsung merespons perubahan suhu yang terjadi secara mendadak.
Di area tersebut terdapat jaringan bernama ganglion sphenopalatine, yaitu kumpulan saraf dan pembuluh darah yang sangat sensitif terhadap perubahan temperatur.
Ketika terkena suhu dingin, pembuluh darah di sekitar area tersebut akan menyempit sebagai reaksi awal. Namun tak lama kemudian, tubuh berusaha mengembalikan suhu ke kondisi normal dengan meningkatkan aliran darah ke lokasi tersebut.
Akibatnya, pembuluh darah melebar kembali dengan cepat. Perubahan ukuran pembuluh darah yang berlangsung secara mendadak inilah yang memicu munculnya rasa nyeri.
Mengapa Sakitnya Terasa di Kepala?
Meski sumber rangsangan berasal dari mulut, rasa sakit justru sering dirasakan di dahi atau bagian depan kepala.
Hal ini terjadi karena ganglion sphenopalatine berada dekat dengan saraf trigeminal, salah satu saraf utama yang bertugas mengirimkan sensasi dari wajah dan kepala ke otak.
Saat sinyal nyeri dikirimkan, otak terkadang salah mengidentifikasi lokasi asalnya. Akibatnya, rasa sakit yang sebenarnya dipicu dari langit-langit mulut justru dirasakan di area kepala. Dalam dunia medis, fenomena ini dikenal sebagai referred pain atau nyeri alih.
Apakah Brain Freeze Berbahaya?
Secara umum, brain freeze bukan kondisi yang berbahaya dan tidak memerlukan penanganan medis khusus. Sensasi nyeri biasanya hanya berlangsung sekitar 20 hingga 30 detik sebelum menghilang dengan sendirinya.
Karena durasinya sangat singkat, penggunaan obat pereda nyeri umumnya tidak diperlukan. Bahkan, saat obat mulai bekerja, rasa sakit biasanya sudah lebih dulu hilang.
Cara Mengatasi Brain Freeze
Jika mengalami sakit kepala mendadak setelah makan es krim, ada beberapa cara sederhana yang dapat membantu meredakannya lebih cepat.
Salah satunya adalah menempelkan lidah ke langit-langit mulut. Metode ini membantu menghangatkan area yang terkena suhu dingin sehingga proses pemulihan berlangsung lebih cepat.
Selain itu, menghentikan konsumsi makanan atau minuman dingin untuk sementara waktu juga bisa membantu. Minum air hangat dapat menjadi pilihan untuk mengembalikan suhu normal di dalam mulut.
Cara Mencegahnya
Pencegahan paling efektif adalah mengonsumsi makanan atau minuman dingin secara perlahan. Hindari menelan atau menggigit es krim terlalu cepat karena perubahan suhu yang mendadak menjadi pemicu utama brain freeze.
Dengan memberi waktu bagi tubuh untuk beradaptasi terhadap suhu dingin, risiko munculnya rasa nyeri di kepala dapat diminimalkan.
Jadi, jika suatu saat kepala terasa nyut-nyutan setelah menikmati es krim favorit, tidak perlu panik. Kemungkinan besar itu hanyalah brain freeze, respons alami tubuh yang biasanya akan hilang dalam hitungan detik.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















