
Menurutnya, ekosistem usaha di Kota Bogor saat ini harus dipacu agar tumbuh lebih cepat melalui iklim yang sportif, berlandaskan asas gotong royong, dan inklusif. Ia menekankan prinsip kebersamaan agar tidak ada satu pun pelaku usaha yang merasa dikesampingkan dalam roda perputaran ekonomi daerah.
“Prinsipnya adalah no one left behind, jangan ada yang tertinggal. Kita bersama-sama dengan pemerintah kota dan seluruh stakeholder berkolaborasi untuk memajukan dunia usaha dan memperkuat perekonomian di Kota Bogor,” tegasnya.
Kantongi Dukungan Solid Asosiasi Lintas Sektor
Komitmen inklusivitas yang digaungkan Arwinsyah dibuktikan dengan mengalir derasnya dukungan dari berbagai asosiasi lintas sektor yang turut mengawal jalannya deklarasi. Arwinsyah menyebutkan, meski rekapitulasi data angka dukungan masih terus berjalan secara administratif, komitmen nyata telah diberikan oleh beragam komunitas usaha hingga pelaku UMKM di Kota Bogor.
Ia memaparkan bahwa perwakilan pengusaha yang hadir dalam barisan pendukungnya mencakup klaster bisnis yang sangat variatif. Mulai dari sektor konsumsi/kuliner, pengelola taman rekreasi, ikatan wanita pengusaha, agen tour and travel, industri perhotelan dan restoran (PHRI), hingga para pelaku usaha di bidang pengadaan barang dan jasa pemerintah maupun swasta.
Melalui konsolidasi lintas sektor yang solid ini, Arwinsyah optimistis sinergi terarah antara pengusaha skala besar, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah akan mampu melahirkan iklim investasi dan usaha yang jauh lebih sehat, resilien, serta berkelanjutan di Kota Bogor.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















