
“Ya, karena budidaya perikanan itu menjadi salah satu target penyiapan produk pangan saat ini oleh Indonesia melalui KKP,” jelasnya.
Ketua Umum MII Prof. Djumanto memaparkan, hari ini kegiatannya ada tiga agenda. Yang pertama adalah pembicara oleh keynote speaker yang terdiri dari para pakar di Indonesia dan juga dari luar negeri terkait dengan perikanan, teknologi perikanan dalam arti luas. Kemudian kegiatan yang kedua adalah presentasi dari para peneliti yang terdiri dari dosen, mahasiswa, terutama mahasiswa S2, S3, atau juga ada yang mahasiswa S1 yang melakukan penelitian terkait dengan perikanan dalam arti luas.
“Kemudian yang ketiga adalah kegiatan kongres. Itu untuk pergantian ya, pengurus MII yang dipilih setiap 4 tahun. Nah, ini kongres ke-7, berarti nanti ketua yang dipilih itu periode untuk 2026 sampai 2030. Itu kegiatan hari ini,” ungkap Djumanto.
Djumanto menjelaskan, terkait inovasi perikanan ini, dalam hal ini adalah iktiologi sudah memberikan dasar ilmu yang mana digunakan sebagai dasar untuk pembuatan kebijakan. Misalnya dari riset itu sekarang dikembangkan untuk menentukan stok ikan. Kemudian dari stok ikan itu selanjutnya digunakan untuk membuat kebijakan baru yang dulu berbasis dengan input control, sekarang output control.
“Kalau yang dulu itu pengendalian pengembangan perikanan itu berdasarkan misalnya berapa kapal yang boleh beroperasi, berapa nelayan yang boleh menangkap, dan sebagainya. Nah, kalau yang sekarang berapa banyak yang boleh ditangkap, di mana saja jumlahnya, dan itu jenis apa saja, sehingga basic-nya sangat berbeda,” paparnya.
Djumanto menjelaskan, yang dahulu input atau pengendalian input-nya, sekarang pengendalian output-nya. Dan itu sekarang berbasis dengan riset dari hasil, riset-riset dari anggota MII.
“Saya mohon itu anggota riset tentang perikanan, dipresentasikan, dari dasar itu digunakan untuk membuat kebijakan, dan itu akan selalu dilakukan riset bagaimana kebijakan ini bisa dikembangkan lagi yang berdampak positif itu. Tahun depan juga dilakukan seminar keempat internasional seminar on fish and fisheries sciences di Purwokerto 17 Juli 2027,” pungkasnya.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















