Telur Ceplok atau Telur Dadar? Ini Penjelasan Gizi di Balik Sorotan Presiden Prabowo pada Program MBG

Sebagai contoh, beberapa butir telur yang dicampur tepung dapat menghasilkan satu loyang telur dadar berukuran besar. Ketika makanan tersebut dibagi kepada banyak penerima, jumlah protein yang diperoleh setiap anak tentu lebih sedikit dibandingkan jika mereka menerima telur utuh atau porsi telur yang lebih besar.

Inilah yang menjadi perhatian utama dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak melalui program MBG.

Kalori dan Lemak Juga Berpengaruh

Selain soal protein, metode pengolahan juga memengaruhi jumlah kalori dan lemak dalam makanan. Telur ceplok yang digoreng menggunakan minyak akan mengalami penambahan kalori dan kandungan lemak dari minyak yang terserap selama proses memasak.

BACA JUGA :  15 Makanan Terbaik untuk Rambut Kuat, Sehat, dan Lebat

Hal yang sama juga terjadi pada telur dadar. Bahkan, jika telur dadar dibuat dengan tambahan tepung dan digoreng dalam minyak cukup banyak, total kalori makanan bisa menjadi lebih tinggi.

Meski demikian, peningkatan kalori bukanlah masalah utama. Fokus utama program gizi adalah memastikan anak-anak mendapatkan asupan protein hewani yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang mereka.

Mana yang Lebih Baik untuk Program MBG?

Dari sisi kandungan protein, telur ceplok dan telur dadar sebenarnya tidak memiliki perbedaan yang signifikan apabila dibuat dari jumlah telur yang sama. Namun, ketika telur dadar dicampur banyak tepung dan porsinya diperbanyak, kandungan protein per sajian akan berkurang.

BACA JUGA :  Bahaya Telur Lalat pada Makanan dan Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Karena itu, penggunaan telur utuh atau olahan yang tetap mempertahankan proporsi telur yang memadai dianggap lebih efektif untuk memenuhi tujuan Program Makan Bergizi Gratis.

Dengan menjaga kualitas dan jumlah protein dalam setiap porsi makanan, program MBG diharapkan dapat memberikan manfaat optimal bagi pertumbuhan anak-anak Indonesia. Pada akhirnya, yang terpenting bukan hanya bentuk olahan telurnya, melainkan memastikan setiap anak memperoleh asupan protein yang cukup sesuai kebutuhan gizinya.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================