
Setelah dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa, peserta masih harus mengikuti tahap wawancara penempatan secara daring.
Tahap ini memiliki peran penting karena menjadi dasar penentuan perguruan tinggi dan program studi yang akan ditempuh. Peserta yang tidak mengikuti wawancara akan kehilangan statusnya sebagai penerima beasiswa.
Tim seleksi juga dapat melakukan penyesuaian terhadap pilihan kampus maupun program studi apabila ditemukan ketidaksesuaian antara hasil seleksi sebelumnya dengan hasil wawancara.
Dalam kondisi tertentu, penerima beasiswa dapat ditempatkan pada perguruan tinggi yang memiliki kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mengoptimalkan proses pendidikan.
Dokumen yang Harus Dipersiapkan
Calon peserta wajib menyiapkan sejumlah dokumen penting sebagai syarat administrasi.
Beberapa dokumen utama meliputi:
Identitas Diri
- Biodata lengkap
- KTP, KIA, atau paspor
Sertifikat Kemampuan Bahasa
Untuk pendaftar kampus luar negeri:
- IELTS minimal 6,5
- TOEFL iBT minimal 80
- PTE Academic minimal 58
Untuk pendaftar kampus dalam negeri:
- IELTS minimal 6,0
- TOEFL ITP minimal 500
- TOEFL iBT minimal 61
- PTE Academic minimal 50
Bagi yang memilih kampus dengan bahasa pengantar selain Inggris, diperlukan sertifikat bahasa sesuai ketentuan, seperti bahasa Prancis, Jerman, Jepang, Mandarin, atau Spanyol.
Dokumen Kesehatan
- Surat keterangan sehat jasmani dan rohani
- Surat bebas narkoba
- Hasil pemeriksaan buta warna sesuai ketentuan
Dokumen Akademik
- Nilai rapor semester 1 hingga 5
- Surat rekomendasi kepala sekolah
- Surat eligibilitas SNBP
- Personal statement
- Letter of Acceptance (LoA) jika sudah tersedia
- Sertifikat SAT atau mengikuti Tes Bakat Skolastik
Bukti Prestasi
- Sertifikat lomba atau penghargaan dalam tiga tahun terakhir
- Bukti pengalaman organisasi, termasuk kepemimpinan di sekolah
Dokumen Pendukung Ekonomi
- Bukti penghasilan orang tua
- Rekening koran atau mutasi tabungan
- Bukti pembayaran listrik
- Dokumen bantuan sosial jika ada
Selain itu, peserta penyandang disabilitas diwajibkan melampirkan surat keterangan disabilitas dan persetujuan orang tua atau wali sesuai format yang ditentukan.
Beasiswa Garuda Gelombang II 2026 menjadi peluang besar bagi siswa berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan sarjana dengan dukungan pendanaan penuh.
Program ini tidak hanya menanggung biaya kuliah, tetapi juga berbagai kebutuhan penunjang selama studi, baik di dalam maupun luar negeri.
Dengan batas pendaftaran hingga 25 Juni 2026, calon peserta sebaiknya segera mempersiapkan dokumen dan memenuhi seluruh persyaratan agar peluang lolos seleksi semakin besar.
Program ini dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi akademik sekaligus berkontribusi pada kemajuan Indonesia melalui bidang-bidang strategis masa depan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














