
“Anggaran yang Pemkot siapkan awalnya Rp4 miliar. Tetapi dalam proses lelang, penawaran terendah masuk di angka Rp3,7 miliar. Jadi pemenang tender adalah kontraktor yang memberikan penawaran paling ekonomis namun tetap sesuai dengan spesifikasi teknis yang ketat,” jelasnya.
Dedie optimistis dengan nilai kontrak tersebut, struktur bangunan dapat kembali berdiri utuh dan kokoh tanpa mengurangi kualitas komponen, sehingga segera bisa dimanfaatkan kembali oleh Komandan Denkesyah beserta jajaran.
Mengingat kompleks Denkesyah merupakan salah satu Bangunan Cagar Budaya (BCB) yang dilindungi di Kota Bogor, Pemkot Bogor tidak melakukan pembangunan secara sembarangan. Dedie menegaskan seluruh proses restorasi ini berjalan di bawah supervisi ketat dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).
“Sesuai komunikasi dan diskusi mendalam kita dengan TACB, tentunya ada syarat dan ketentuan khusus (treatment) bagaimana sebuah bangunan cagar budaya dipulihkan apabila terkena dampak musibah kebakaran seperti ini,” urai Wali Kota.
Setelah proyek restorasi ini rampung dalam target lima bulan ke depan, fungsi gedung bersejarah ini dipastikan tidak akan berubah dari fungsi awalnya, yakni dikembalikan sepenuhnya sebagai pusat perkantoran taktis dan markas komando utama Denkesyah 03.04.01 Bogor.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















