
Partisipasi Muhammadiyah dalam MBG juga sejalan dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menempatkan pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta kemaslahatan umat sebagai bagian dari misi dakwah yang berkemajuan.
Menanggapi berbagai kritik dan tantangan yang muncul dalam pelaksanaan MBG, Nurul Yamin menilai hal tersebut harus dijadikan momentum untuk memperbaiki sistem pengelolaan.
Menurutnya, evaluasi berkelanjutan diperlukan agar program dapat berjalan semakin efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Dalam implementasinya, Muhammadiyah menetapkan tiga prinsip utama sebagai standar pengelolaan MBG. Pertama, memastikan keamanan pangan yang memenuhi aspek halal, baik, dan aman untuk dikonsumsi. Kedua, menerapkan tata kelola yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan. Ketiga, membangun ekosistem program yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Selain itu, Muhammadiyah menilai keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari jumlah penerima manfaat. Lebih dari itu, kualitas sistem pengelolaan, kapasitas sumber daya manusia, pengawasan yang konsisten, serta transparansi dalam pelaksanaan menjadi faktor penting yang harus terus diperkuat.
Dengan semangat dakwah yang berorientasi pada kemajuan dan kemaslahatan umat, Muhammadiyah berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi sarana efektif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mempercepat terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















