Bukan Sekadar Hiasan, Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Tato Bisa Bertahan Seumur Hidup

Alih-alih berhasil menghilangkan seluruh pigmen, sebagian besar tinta justru tertahan di dalam makrofag dan sel kulit lain, seperti fibroblas.

Pigmen yang tersimpan di dalam sel-sel tersebut membuat warna tato tetap terlihat di permukaan kulit.

Menariknya, ketika makrofag yang menyimpan tinta mati, pigmen akan dilepaskan dan segera ditangkap kembali oleh makrofag baru. Siklus ini berlangsung terus-menerus sehingga tinta tetap berada di dalam lapisan dermis dan sulit hilang secara alami.

Inilah salah satu alasan mengapa tato permanen dapat bertahan selama puluhan tahun.

Ada Risiko Kesehatan yang Perlu Diperhatikan

Karena proses pembuatannya melibatkan ribuan tusukan jarum, tato tetap memiliki risiko medis apabila tidak dilakukan dengan prosedur yang aman dan steril.

BACA JUGA :  Kebiasaan Penumpang yang Kerap Membuat Pramugari Kesal, Nomor 3 Paling Sering Terjadi

Penggunaan alat yang tidak higienis atau tinta yang telah terkontaminasi mikroorganisme dapat memicu infeksi pada kulit. Dalam kondisi tertentu, bakteri maupun zat berbahaya bahkan berpotensi masuk ke aliran darah atau sistem limfatik sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang lebih serius.

Selain infeksi, sebagian orang juga dapat mengalami reaksi alergi terhadap kandungan pigmen tertentu yang terdapat dalam tinta tato.

Perawatan Setelah Tato Sangat Penting

Agar proses penyembuhan berjalan optimal, area kulit yang baru ditato perlu dirawat dengan baik. Menjaga kebersihan kulit, menghindari paparan sinar matahari secara langsung, serta mengikuti petunjuk dari seniman tato maupun tenaga medis dapat membantu mengurangi risiko infeksi dan menjaga kualitas warna tato.

BACA JUGA :  Resep Ayam Goreng Mentega Ala Restoran Chinese Food, Gurih Manis dan Bikin Nagih

Tato bukan sekadar gambar yang menghiasi kulit. Di balik tampilannya yang artistik, terdapat proses biologis yang melibatkan lapisan kulit, sistem imun, hingga sel-sel tubuh yang bekerja mempertahankan pigmen tinta.

Meski dapat menjadi bentuk ekspresi diri, pembuatan tato tetap harus dilakukan di tempat yang memenuhi standar kebersihan dan menggunakan peralatan steril. Dengan demikian, risiko infeksi maupun komplikasi kesehatan dapat diminimalkan, sementara hasil tato tetap awet dan aman dalam jangka panjang.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================