
Ajat menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, BNN, aparat keamanan, pemerintah desa, sekolah, tokoh agama, hingga masyarakat menjadi kunci dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika.
Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Bogor, Kombes Pol. Anggun Cahyono mengungkapkan bahwa Kabupaten Bogor menjadi daerah pertama di Indonesia yang melaksanakan Bimbingan Teknis Fasilitator P4GN sejak program tersebut diluncurkan oleh BNN RI bersama Kementerian Desa beberapa bulan lalu.
“Alhamdulillah, berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor, Kabupaten Bogor menjadi pionir pelaksanaan Bimtek Fasilitator P4GN. Kami berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam memperkuat pencegahan narkoba berbasis masyarakat,” ujar Anggun.
Karena itu, melalui pelatihan fasilitator P4GN, sebanyak 32 personel BNN akan diterjunkan untuk mendampingi 32 Desa dan Kelurahan Bersinar sebagai ujung tombak edukasi, deteksi dini, serta penguatan ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba.
Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional Tahun 2026 ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Kabupaten Bogor yang bersih dari narkoba serta melindungi generasi muda sebagai aset pembangunan daerah dan bangsa.
Kegiatan ini juga dihadiri Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat BNN RI, Brigjen Pol. Dr. Syamsul Bahar, M.Kes., serta Kepala BNN Kabupaten Bogor, Kombes Pol. Anggun Cahyono, S.I.K., dan dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, camat, kepala desa, lurah, serta berbagai pemangku kepentingan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















