BOGORTODAY.COM – Lalat menjadi salah satu serangga yang paling sering mengganggu kenyamanan di rumah. Kehadirannya bukan hanya menjengkelkan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit karena serangga ini kerap hinggap di tempat-tempat yang kotor sebelum berpindah ke makanan atau peralatan makan.
Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa lalat berpotensi membawa berbagai mikroorganisme penyebab penyakit, seperti demam tifoid, kolera, hingga diare. Tak heran jika banyak orang mencari cara efektif untuk mengurangi keberadaan lalat di dalam rumah.
Salah satu cara yang belakangan ramai dibahas adalah penggunaan warna kuning. Warna ini diyakini dapat membuat lalat enggan mendekat. Lalu, apakah anggapan tersebut benar?
Penelitian Menunjukkan Lalat Kurang Menyukai Warna Kuning
Hasil penelitian dari University of Florida menunjukkan bahwa lalat memiliki ketertarikan yang jauh lebih tinggi terhadap warna biru dibandingkan warna kuning.
Dalam penelitian tersebut, lalat tercatat hampir tiga kali lebih sering mendatangi objek berwarna biru. Sebaliknya, warna kuning cenderung kurang menarik perhatian serangga tersebut sehingga lebih jarang didatangi.
Temuan ini mengindikasikan bahwa warna tertentu memang dapat memengaruhi perilaku lalat saat mencari tempat hinggap.
Mata Lalat Lebih Peka terhadap Warna Biru
Kesimpulan serupa juga ditemukan dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal of Medical Entomology.
Para peneliti melakukan serangkaian uji perilaku untuk mengetahui preferensi warna pada lalat. Selain mengamati kebiasaan hinggap, mereka juga menggunakan alat elektroretinogram untuk mengukur respons mata lalat terhadap berbagai panjang gelombang cahaya.
Hasilnya menunjukkan bahwa sistem penglihatan lalat memberikan respons lebih kuat terhadap warna biru, sedangkan respons terhadap warna kuning jauh lebih rendah. Hal ini diduga menjadi alasan mengapa lalat lebih sering tertarik pada benda berwarna biru dibandingkan kuning.
Eksperimen di Kantin Sekolah Berhasil Mengurangi Lalat
Temuan ilmiah tersebut juga diuji dalam eksperimen yang dilakukan oleh Innocean Indonesia bersama Dulux.
Dalam percobaan itu, peneliti menyiapkan dua meja yang sama-sama berisi makanan. Salah satu meja dicat dengan warna kuning cerah, sementara meja lainnya menggunakan warna biasa.
Setelah dilakukan pengamatan, lalat ternyata lebih banyak mengerumuni meja yang tidak berwarna kuning. Sementara itu, meja dengan dominasi warna kuning menarik lebih sedikit lalat.
Berdasarkan hasil tersebut, lahirlah Project Yellow Canteen, yaitu inisiatif mengubah tampilan kantin sekolah menjadi didominasi warna kuning. Program ini dinilai mampu membantu mengurangi jumlah lalat di area kantin sehingga lingkungan makan menjadi lebih nyaman.
Apakah Warna Kuning Efektif Mengusir Lalat?
Berdasarkan beberapa hasil penelitian, penggunaan warna kuning dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengurangi ketertarikan lalat terhadap suatu area. Meski demikian, warna kuning bukan berarti dapat mengusir lalat secara mutlak atau menjadi satu-satunya solusi.
Keberadaan lalat tetap sangat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kebersihan lingkungan, sisa makanan yang terbuka, sampah organik, serta kondisi sanitasi di sekitar rumah.
Cara Mengurangi Lalat di Rumah
Selain memanfaatkan warna kuning, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi populasi lalat, antara lain:
- Menjaga kebersihan dapur dan ruang makan.
- Menutup makanan agar tidak mudah dihinggapi lalat.
- Membuang sampah setiap hari dan memastikan tempat sampah selalu tertutup rapat.
- Membersihkan saluran air dan area yang lembap secara rutin.
- Menggunakan lampu LED berwarna kuning di area tertentu jika diperlukan.
Dengan menerapkan kebersihan lingkungan dan memanfaatkan warna kuning sebagai pelengkap, keberadaan lalat di rumah dapat dikurangi secara lebih efektif. Meski bukan solusi utama, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa warna kuning memang cenderung kurang menarik bagi lalat dibandingkan warna biru sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu upaya pengendalian serangga tersebut.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















