
Komitmen Humanis dan Pelestarian Budaya
Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S., menegaskan bahwa kehadiran rumah sakit bukan sekadar untuk memberikan layanan medis, melainkan sebagai bagian dari ekosistem sosial masyarakat Kabupaten Bogor.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan. Kami berharap upaya edukasi dan deteksi dini ini dapat terus memperkuat budaya hidup sehat di masyarakat,” ujar dr. Vitrie.
Tidak hanya fokus pada sektor kesehatan, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang juga ambil bagian dalam perhelatan budaya pada puncak HJB ke-544, Minggu (28/6/2026). RSUD terlibat dalam parade Mapag Pajajaran Anyar: Fashion Ethnic Carnaval serta pemecahan Rekor MURI “Pentas 2.000 Karinding” di Alun-alun Tegar Beriman.
Menjaga Semangat Kearifan Lokal
Dalam momentum HJB ke-544 ini, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang mengusung semangat “Anyar Gayana, Panceg Nilaina; Pelayanan Unggul, Humanis, dan Berdaya Saing.” Semangat ini divisualisasikan melalui simbol-simbol budaya Sunda yang sarat makna, seperti:
- Prabu Siliwangi: Simbol kepemimpinan visioner.
- Nyi Pohaci Sanghyang Asri: Simbol kesehatan dan kesejahteraan.
- Maung Bodas: Simbol integritas.
- Paraji: Simbol kesehatan ibu dan anak.
- Tabib Kerajaan: Simbol sinergi ilmu modern dan kearifan lokal.
Melalui perpaduan teknologi kesehatan dan kearifan lokal, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang berkomitmen untuk terus menjadi pilar utama dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Bogor yang sehat, kuat, dan sejahtera. Selamat Hari Jadi Bogor ke-544!
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















