Kota Kuno Al-Natah Terungkap di Gurun Arab, Ini 5 Fakta Menarik Permukiman Berusia 4.000 Tahun

Kota Kuno Al-Natah
Kota Kuno Al-Natah Terungkap di Gurun Arab, Ini 5 Fakta Menarik Permukiman Berusia 4.000 Tahun. (Foto: Charloux et al)

BOGORTODAY.COM – Penemuan kota kuno Al-Natah di kawasan Gurun Arab menjadi salah satu temuan arkeologi yang menarik perhatian dunia. Permukiman berbenteng yang terkubur selama kurang lebih 4.000 tahun itu ditemukan di Oasis Khaybar, Arab Saudi, dan membuka wawasan baru mengenai kehidupan masyarakat Jazirah Arab pada masa Zaman Perunggu.

Selama ini, wilayah Arab kuno kerap digambarkan sebagai daerah yang didominasi kehidupan suku-suku nomaden. Namun, keberadaan Al-Natah menunjukkan bahwa masyarakat di kawasan tersebut telah mampu membangun kota permanen dengan sistem permukiman yang terencana jauh sebelum lahirnya kerajaan-kerajaan besar di Jazirah Arab.

Berikut sejumlah fakta menarik mengenai kota kuno Al-Natah.

  1. Tersembunyi di Kawasan Oasis Khaybar

Al-Natah berada di Oasis Khaybar, sebuah kawasan subur di Provinsi Madinah, Arab Saudi. Selama ribuan tahun, sisa-sisa kota ini tertutup oleh lapisan tanah dan vegetasi sehingga keberadaannya tidak terdeteksi.

BACA JUGA :  Waspada! Ini Deretan Minuman yang Bisa Merusak Kesehatan Usus

Oasis Khaybar sendiri memiliki nilai sejarah yang tinggi. Pada abad ke-7 Masehi, wilayah ini dikenal sebagai permukiman komunitas Yahudi yang kemudian berada di bawah kekuasaan umat Islam. Namun, hasil penelitian terbaru mengungkap bahwa kawasan tersebut telah dihuni sejak ribuan tahun sebelumnya oleh masyarakat Zaman Perunggu.

  1. Diperkirakan Berusia Sekitar 4.000 Tahun

Berdasarkan hasil kajian arkeologi, pembangunan Al-Natah diperkirakan dimulai sekitar tahun 2400 Sebelum Masehi (SM). Kota ini berkembang hingga sekitar 2000 SM dan tetap dihuni setidaknya sampai 1500 SM. Bahkan, sejumlah bukti menunjukkan aktivitas manusia masih berlangsung hingga sekitar 1300 SM.

Keberadaan kota kuno ini diumumkan kepada publik pada 2024 setelah tim peneliti yang dipimpin arkeolog Guillaume Charloux dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis (CNRS) menyelesaikan penelitian lapangan selama empat tahun.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PLOS One dan mendapat perhatian luas karena memberikan gambaran baru mengenai perkembangan peradaban di Jazirah Arab pada masa lampau.

  1. Dikelilingi Benteng Pertahanan yang Kuat
BACA JUGA :  Pesawat Sudah Dekat Bandara Tapi Tak Kunjung Mendarat? Ini Penyebab yang Perlu Diketahui

Salah satu temuan paling mencolok di Al-Natah adalah keberadaan benteng batu yang mengelilingi kota. Struktur pertahanan tersebut memiliki ketebalan sekitar 3,5 hingga 6 meter dengan tinggi yang diperkirakan mencapai lima meter.

Selain tembok pertahanan, para peneliti juga menemukan dua menara besar yang diduga berfungsi sebagai titik pengawasan.

Keberadaan sistem pertahanan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Al-Natah telah memiliki organisasi sosial yang cukup maju dan mampu membangun infrastruktur untuk melindungi wilayahnya.

  1. Memiliki Tata Kota yang Terencana

Meski hanya dihuni sekitar 500 orang, Al-Natah menunjukkan konsep tata kota yang cukup modern untuk ukuran zamannya.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================