Kota Kuno Al-Natah Terungkap di Gurun Arab, Ini 5 Fakta Menarik Permukiman Berusia 4.000 Tahun

Para arkeolog memperkirakan terdapat sekitar 50 rumah yang dibangun secara teratur dan saling terhubung melalui jalan-jalan sempit. Penggalian juga mengungkap adanya pembagian kawasan berdasarkan fungsi, mulai dari area permukiman, pusat aktivitas yang diduga menjadi lokasi pengambilan keputusan, kawasan pemakaman, hingga ruang terbuka.

Penataan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat setempat telah menerapkan sistem perencanaan kota, bukan sekadar membangun permukiman secara acak.

  1. Memiliki Sumber Air dan Menyimpan Berbagai Artefak

Keberlangsungan kehidupan di Al-Natah didukung oleh ketersediaan sumber air. Para peneliti menemukan sedikitnya tiga sumur yang berada di kaki tebing batu, ditambah beberapa mata air di sekitar oasis.

BACA JUGA :  Resep Soto Bandung Kuah Bening, Gurih, dan Segar Cocok Disantap Saat Cuaca Dingin

Sumber air tersebut memungkinkan penduduk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus melakukan kegiatan pertanian sederhana di tengah lingkungan gurun.

Dalam proses penggalian, arkeolog juga menemukan kompleks pemakaman berbentuk makam menara yang menyimpan berbagai benda bernilai, seperti kapak logam, belati, batu akik, kristal, dan sejumlah artefak lainnya.

Meski demikian, hingga kini belum ditemukan bukti penggunaan sistem tulisan di kota tersebut. Ketiadaan prasasti maupun dokumen tertulis membuat para peneliti mengandalkan analisis terhadap struktur bangunan, keramik, serta benda-benda peninggalan untuk merekonstruksi kehidupan masyarakat Al-Natah.

Mengubah Pemahaman tentang Sejarah Jazirah Arab

BACA JUGA :  Helaran Pajajaran Sukses Pukau Warga di Puncak Hari Jadi Bogor

Penemuan Al-Natah menjadi bukti penting bahwa Jazirah Arab telah memiliki komunitas menetap dengan sistem sosial dan tata kota yang berkembang sejak ribuan tahun lalu. Temuan ini sekaligus mengubah pandangan lama yang menganggap kawasan tersebut hanya dihuni oleh kelompok masyarakat nomaden.

Dengan berbagai struktur bangunan, benteng pertahanan, serta artefak yang berhasil ditemukan, Al-Natah diperkirakan akan terus menjadi fokus penelitian arkeologi. Para ilmuwan berharap penggalian lanjutan dapat mengungkap lebih banyak informasi mengenai kehidupan, budaya, dan perkembangan peradaban masyarakat Arab pada Zaman Perunggu.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================