Mobil Listrik Ubah Cara Berkendara, Pakar ITB Sebut Pengguna Harus Beradaptasi dengan Gaya Hidup Baru

Adapun kelompok baby boomers dinilai masih lebih berhati-hati karena mengutamakan kendaraan yang telah terbukti andal dalam jangka panjang.

Hemat Biaya, tetapi Masih Ada Tantangan

Bagi konsumen yang baru pertama kali membeli mobil, kendaraan listrik menawarkan sejumlah keunggulan. Selain memiliki akselerasi yang responsif, mobil listrik juga menghasilkan suara mesin yang lebih senyap dan minim getaran sehingga meningkatkan kenyamanan berkendara.

Keuntungan lain terletak pada biaya operasional yang jauh lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar minyak. Biaya perawatan juga relatif lebih murah karena jumlah komponen bergerak lebih sedikit.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih menjadi pertimbangan masyarakat sebelum memutuskan membeli mobil listrik.

BACA JUGA :  Toyota Luncurkan Hilux D-Cab EV di Indonesia, Pikap Listrik Dibanderol Rp1,019 Miliar

Salah satunya adalah range anxiety, yakni kekhawatiran kendaraan kehabisan daya sebelum mencapai tujuan. Kekhawatiran tersebut masih muncul karena jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai daerah belum sepenuhnya merata.

Selain itu, isu mengenai keamanan baterai dalam kondisi ekstrem serta nilai jual kembali kendaraan listrik juga masih menjadi perhatian sebagian calon konsumen.

Populasi Kendaraan Listrik Terus Bertambah

Meski masih menghadapi sejumlah tantangan, penggunaan kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.

Hingga Maret 2026, populasi kendaraan listrik nasional telah mencapai 358.205 unit. Jumlah tersebut terdiri dari 236.451 sepeda motor listrik, 119.638 mobil penumpang listrik, 798 bus listrik, 537 kendaraan komersial listrik, serta berbagai jenis kendaraan listrik lainnya.

BACA JUGA :  7 Cara Sehat Meningkatkan Nafsu Makan agar Kebutuhan Nutrisi Tetap Terpenuhi

Di sisi lain, infrastruktur pendukung juga terus berkembang. Sampai akhir Desember 2025, tercatat sebanyak 4.778 unit SPKLU telah beroperasi di 3.093 lokasi di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan terus bertambahnya jumlah kendaraan listrik dan pembangunan infrastruktur pendukung, transisi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan diperkirakan akan semakin cepat. Namun, edukasi kepada masyarakat serta pemerataan fasilitas pengisian daya masih menjadi faktor penting agar adopsi kendaraan listrik dapat berlangsung lebih optimal.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================