Dua Perkara yang Paling Banyak Menjerumuskan Manusia ke Neraka Menurut Hadis, Muslim Perlu Waspada

neraka
Dua Perkara yang Paling Banyak Menjerumuskan Manusia ke Neraka Menurut Hadis, Muslim Perlu Waspada. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Dalam ajaran Islam, neraka merupakan tempat pembalasan bagi mereka yang mengingkari perintah Allah SWT dan melakukan berbagai kemaksiatan tanpa bertaubat. Di antara sekian banyak penyebab seseorang terjerumus ke dalam neraka, Rasulullah SAW mengingatkan dua hal yang sering dianggap sepele, tetapi memiliki dampak yang sangat besar, yakni lisan dan kemaluan.

Peringatan tersebut termuat dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda bahwa dua anggota tubuh itulah yang paling banyak menjadi penyebab manusia masuk ke dalam neraka.

Hadis tersebut mengajarkan bahwa setiap ucapan maupun perbuatan harus dijaga dengan baik karena keduanya dapat menjadi sumber pahala sekaligus dosa.

Bahaya Lisan yang Sering Diremehkan

Dalam Islam, lisan bukan hanya alat untuk berbicara, tetapi juga cerminan hati seseorang. Melalui lisan, seseorang dapat menyebarkan kebaikan, tetapi juga bisa melukai, memfitnah, menggunjing, berdusta, hingga mengadu domba.

Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa seluruh anggota tubuh seakan bergantung kepada lisan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Sa’id Al-Khudri RA, disebutkan bahwa setiap pagi seluruh anggota badan mengingatkan lisan agar bertakwa kepada Allah SWT. Jika lisan dijaga dengan baik, seluruh anggota tubuh akan ikut berada di jalan yang benar. Sebaliknya, apabila lisan menyimpang, anggota tubuh lainnya pun dapat ikut terjerumus dalam keburukan.

BACA JUGA :  Waspada! Ini Deretan Minuman yang Bisa Merusak Kesehatan Usus

Kesadaran akan pentingnya menjaga lisan juga ditunjukkan oleh para sahabat Nabi. Diriwayatkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq RA pernah memegang lidahnya sendiri seraya mengatakan bahwa anggota tubuh itulah yang paling dikhawatirkannya menjadi penyebab kebinasaan.

Sementara Umar bin Khattab RA juga pernah menyaksikan peristiwa tersebut dan mendengar pengakuan Abu Bakar mengenai besarnya bahaya lisan apabila tidak dikendalikan.

Berkata Baik atau Memilih Diam

Para ulama salaf memberikan perhatian besar terhadap adab berbicara. Ibnu Abbas RA, misalnya, pernah menasihati agar seseorang hanya mengucapkan perkataan yang baik. Menurutnya, berbicara baik akan membawa keselamatan, sedangkan perkataan buruk hanya akan mendatangkan penyesalan.

BACA JUGA :  Doa Sakit Gigi dalam Islam, Amalkan Bacaan Ini Sambil Berikhtiar Mencari Kesembuhan

Ia juga mengingatkan bahwa pada Hari Kiamat nanti tidak ada anggota tubuh yang lebih berat pertanggungjawabannya selain lisan, kecuali bagi orang-orang yang menggunakannya untuk menyampaikan kebaikan.

Nasihat serupa disampaikan oleh Hasan Al-Bashri. Menurutnya, lisan merupakan pusat kendali manusia. Apabila lisan mampu dijaga, perilaku seseorang juga akan lebih mudah dikendalikan. Sebaliknya, jika lisan dibiarkan bebas tanpa kontrol, berbagai perbuatan buruk akan lebih mudah terjadi.

Menjaga Kemaluan dari Perbuatan Haram

Selain lisan, Rasulullah SAW juga mengingatkan pentingnya menjaga kemaluan dari segala perbuatan yang diharamkan Allah SWT.

Dalam Islam, menjaga kehormatan diri merupakan bagian dari ketakwaan. Salah satu dosa besar yang berkaitan dengan kemaluan adalah zina, yaitu hubungan seksual di luar pernikahan yang sah.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================