
Ia menilai, keberadaan sektor pertambangan memiliki peran penting terhadap perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah Cigudeg, Parungpanjang, dan Rumpin yang selama ini banyak menggantungkan mata pencaharian dari sektor tersebut
“Karena ini menyangkut hajat hidup dan nafkah masyarakat Kabupaten Bogor, terutama di Cigudeg, Parungpanjang, dan Rumpin,” ucapnya.
Di sisi lain, Samsul mengakui bahwa kebutuhan material untuk pembangunan masih dapat dipenuhi melalui pasokan dari provinsi lain. Namun, kondisi tersebut dinilai bukan solusi jangka panjang karena dapat meningkatkan biaya produksi dan berdampak pada pelaksanaan proyek pembangunan.
“Sementara mungkin material alam bisa didatangkan dari provinsi lain. Tetapi kami juga tidak ingin para pengusaha terus mengeluh, apalagi sampai Proyek Strategis Nasional (PSN) terganggu karena kesulitan memperoleh bahan baku dengan harga yang terjangkau,” ungkapnya.
Politisi Golkar itu berharap Pemprov Jabar segera menyelesaikan proses evaluasi terhadap perizinan tambang yang memenuhi ketentuan sehingga aktivitas pertambangan dapat kembali berjalan tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan regulasi.
“Mudah-mudahan sebelum akhir tahun ini proses evaluasi dapat selesai sehingga tambang yang memenuhi syarat bisa kembali dibuka,” tandasnya.
Editor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














