
Kekalahan tersebut memicu kekecewaan besar di Inggris. Beckham menjadi sasaran kritik tajam karena banyak pihak menganggap kartu merah yang diterimanya menjadi salah satu penyebab utama kegagalan tim melangkah ke babak berikutnya. Sosok yang sebelumnya dipuja sebagai bintang muda berubah menjadi figur yang disalahkan atas tersingkirnya The Three Lions.
Empat tahun berselang, Beckham memperoleh kesempatan untuk menebus kesalahan tersebut. Pada Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang, Inggris kembali dipertemukan dengan Argentina di fase grup.
Dalam laga yang kembali berlangsung panas itu, Inggris memperoleh hadiah penalti. Beckham yang dipercaya sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan tenang dan sukses menaklukkan penjaga gawang Argentina. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta sekaligus memastikan kemenangan 1-0 bagi Inggris.
Bagi Beckham, gol tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar membawa tim meraih tiga poin. Momen itu menjadi simbol kebangkitan setelah empat tahun sebelumnya mengalami salah satu periode paling sulit dalam kariernya akibat kartu merah di Piala Dunia 1998.
Hingga kini, kisah Beckham dalam rivalitas Inggris kontra Argentina masih menjadi salah satu cerita paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia. Dari sosok yang sempat menjadi kambing hitam hingga akhirnya bangkit sebagai pahlawan, perjalanan Beckham menunjukkan bagaimana sepak bola selalu menghadirkan kesempatan untuk menebus masa lalu.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















