BOGORTODAY.COM – Kolesterol tinggi dikenal sebagai silent killer atau “pembunuh senyap” karena sering berkembang tanpa menimbulkan keluhan yang jelas. Banyak orang merasa tubuhnya sehat, padahal kadar kolesterol dalam darah sudah berada di atas batas normal dan perlahan merusak pembuluh darah.
Jika tidak terdeteksi sejak dini, penumpukan kolesterol dapat menyebabkan penyempitan arteri yang pada akhirnya meningkatkan risiko serangan jantung maupun stroke.
Meski sering tidak bergejala, tubuh sebenarnya bisa memberikan beberapa tanda yang patut diwaspadai.
Kolesterol Tinggi Tidak Hanya Mengintai Lansia
Anggapan bahwa kolesterol tinggi hanya dialami oleh orang lanjut usia tidak sepenuhnya benar. Orang yang masih berada di usia produktif juga berisiko mengalami kondisi ini, terutama jika memiliki pola hidup yang kurang sehat.
Dokter spesialis jantung Dr. Ashish Kumar Govil menjelaskan bahwa proses penumpukan kolesterol di pembuluh darah dapat dimulai sejak usia muda tanpa disadari. Kondisi tersebut biasanya berlangsung selama bertahun-tahun sebelum akhirnya memicu penyakit serius.
Karena itu, pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala menjadi langkah penting, bahkan bagi mereka yang masih berusia 20 hingga 30 tahun.
Muncul Lingkaran Putih di Kornea Mata
Salah satu tanda fisik yang jarang diketahui adalah munculnya cincin berwarna putih atau abu-abu di bagian tepi kornea mata. Kondisi ini dikenal dalam dunia medis sebagai corneal arcus.
Corneal arcus terjadi akibat penumpukan kolesterol dan lipoprotein pada kornea. Pada orang yang berusia di bawah 50 tahun, kemunculan tanda ini dapat menjadi petunjuk adanya peningkatan risiko penyakit jantung koroner.
Apabila Anda masih tergolong muda dan menemukan perubahan seperti ini pada mata, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Benjolan Kekuningan pada Kulit
Selain mata, kolesterol tinggi juga dapat memunculkan benjolan kecil berwarna kekuningan yang disebut xanthoma.
Benjolan ini terbentuk akibat endapan lemak di bawah kulit dan umumnya muncul di beberapa bagian tubuh, seperti:
- Kelopak mata (xanthelasma).
- Siku.
- Lutut.
- Tendon Achilles atau bagian belakang tumit.
Banyak orang menganggap benjolan tersebut hanya gangguan kulit biasa. Padahal, kemunculannya bisa menjadi sinyal bahwa kadar kolesterol dalam tubuh sudah terlalu tinggi.
Penyebab Kolesterol Tinggi
Ada berbagai faktor yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Sebagian besar berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari, antara lain:
- Terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan makanan olahan.
- Kurangnya aktivitas fisik atau terlalu banyak duduk.
- Kebiasaan merokok.
- Stres berkepanjangan yang tidak terkelola dengan baik.
Selain gaya hidup, beberapa kondisi kesehatan juga dapat meningkatkan risiko, seperti obesitas, diabetes tipe 2, serta faktor keturunan. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat kolesterol tinggi perlu lebih waspada.
Jangan Menunggu Gejala Berat Muncul
Pada banyak kasus, gejala seperti nyeri dada, sesak napas, atau tubuh mudah lelah baru muncul ketika penyumbatan pembuluh darah sudah cukup parah.
Artinya, kerusakan telah berlangsung dalam waktu lama tanpa disadari. Oleh sebab itu, menunggu munculnya keluhan bukanlah cara yang tepat untuk mengetahui kondisi kolesterol.
Pemeriksaan Darah Tetap Menjadi Cara Terbaik
Cara paling akurat untuk mengetahui kadar kolesterol adalah melalui tes profil lipid. Pemeriksaan ini bertujuan mengukur beberapa komponen penting, yaitu:
- Kolesterol total.
- LDL (kolesterol jahat).
- HDL (kolesterol baik).
- Trigliserida
Para ahli menyarankan setiap orang dewasa mulai menjalani pemeriksaan kolesterol sejak usia 20 tahun, kemudian mengulanginya setiap 4 hingga 6 tahun apabila tidak memiliki faktor risiko.
Namun, bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga, obesitas, diabetes, atau menemukan tanda-tanda seperti cincin putih pada mata maupun benjolan lemak di kulit, pemeriksaan sebaiknya dilakukan lebih cepat sesuai anjuran dokter.
Kolesterol tinggi sering berkembang tanpa gejala sehingga kerap baru diketahui setelah menimbulkan komplikasi serius. Meski demikian, tubuh terkadang memberikan sinyal awal, seperti munculnya cincin putih di kornea atau benjolan kekuningan pada kulit.
Menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, berhenti merokok, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kolesterol secara berkala merupakan langkah penting untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke di kemudian hari.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















