
“Posisi saat ini kita sama-sama tahu di Indonesia sedang terjadi badai El Nino. Kemungkinan musim kemarau akan lebih panjang dari sebelumnya. Mudah-mudahan tidak sampai terus berlanjut hingga bulan Oktober dan Desember nanti,” tuturnya.
Ia mengimbau kepada seluruh warga, khususnya yang masih mengandalkan sumur bor atau air tanah, untuk melakukan penghematan secara ketat demi menjaga cadangan air tanah tidak cepat kering kerontang.
Sebagai solusi jangka panjang agar warga tidak terus-menerus bergantung pada bantuan truk tangki, Komisi IV DPRD Kota Bogor berencana mendorong langkah strategis bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pengelola air bersih.
DPRD akan meminta Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor untuk membebaskan biaya bagi warga di zona merah kekeringan yang ingin beralih menggunakan air perpipaan.
“Nanti kita akan intervensi juga kepada Perumda Tirta Pakuan agar menggratiskan pemasangan instalasi baru bagi masyarakat di daerah yang betul-betul terdampak kekeringan. Kami akan dorong itu agar hak dasar warga atas air bersih tetap terpenuhi,” tegas Fajar.
Fajar meminta kepada para pengurus RT, RW, maupun warga setempat untuk tidak menunda waktu dan segera melayangkan laporan ke posko aduan resmi BPBD Kota Bogor apabila debit air sumur di wilayahnya mulai drastis menurun.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















