
Dengan demikian, berbagai program kebijakan ke depan dapat lebih terukur, termasuk dari sisi pemanfaatan aset oleh pemerintah daerah.
Keberadaan aset pemerintah juga diharapkan dapat didorong untuk membangkitkan ekonomi masyarakat, dimanfaatkan dalam kegiatan pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya.
“Kemudian tata kelola juga lebih baik dan harapannya nanti bisa dijadikan sebagai basis data Kota Bogor yang kita nanti bisa tampilkan juga di dalam command center,” ujarnya.
Untuk sektor lingkungan hidup, Dedie Rachim meminta agar terus dikawal terkait persiapan pembangunan dua PSEL, yakni satu di Galuga untuk Bogor Raya dan PSEL Kayumanis.
“Ini dua proyek yang menurut saya harus betul-betul dikawal, karena ada kaitan dengan pemerintah pusat, ada kaitan dengan Danantara, PLN, kemudian juga pelaksana kegiatan ada dua. Jadi, dengan total jumlah kurang lebih 2.500 ton sampah per hari yang harus diserap, maka tentu tata kelola, manajemennya juga harus baik,” ucap Dedie Rachim.
Hal lain yang perlu dikawal yaitu pembangunan SMAN 11, ring road (R2), IPAL skala kota, penataan PKL, pendataan masyarakat miskin, penyaluran bantuan kepada warga, serta program peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pastikan bahwa persoalan pendataan masyarakat berjalan dengan sebaik-baiknya. Sehingga bantuan kepada masyarakat itu tepat sasaran,” ujarnya.
Ia berharap proses pengangkatan dan alih tugas ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi aparatur sipil negara.
“Intinya garis besarnya saya berharap banyak, mudah-mudahan di penempatan yang baru, refresh melihat kondisi yang lebih baru. Mungkin kan kalau sudah lama nggak kelihatan, tapi kalau masuk ke tempat yang baru barangkali bisa lebih jernih melihat persoalan dan memberikan solusi, ini itu bisa muncul di situ,” tutupnya.
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















