
Di sela-sela peninjauan di bantaran Sungai Cipakancilan dekat Jembatan Paledang, Dedie memberikan apresiasi khusus kepada Uya (70), seorang warga lokal yang secara swadaya memilah sampah sungai selama hampir 15 tahun.
Meski begitu, Wali Kota Bogor menyayangkan masih banyaknya sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan ke aliran sungai, terutama popok bayi sekali pakai (pampers).
“Yang paling menyedihkan, sampah paling banyak yang kita jumpai adalah pampers. Saya mengimbau para orang tua untuk ikut bertanggung jawab. Anaknya memang tanggung jawab kita, tapi pampersnya jangan dibuang ke sungai atau selokan,” tegasnya.
Dedie menambahkan, Pemkot Bogor akan bersinergi dengan program ‘Pulihkan Sungai’ dari Kementerian ATR/BPN sebagai langkah pelestarian alam. Ia juga telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memberikan bentuk penguatan atau dukungan nyata kepada Pak Uya atas dedikasinya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Rudy Mashudi, menegaskan bahwa aksi kebersihan ini merupakan bagian dari Gerakan Asri secara nasional yang terus dijalankan secara berkesinambungan di Kota Bogor.
Aksi bebersih tak hanya terpusat di Paledang, melainkan juga serentak digelar di kawasan Bendung Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.
“Hari ini ada empat sekolah yang terlibat aktif, yakni SMAN 2, SMKN 2, dan PGRI 3. Mereka melakukan brand survey sampah serta mendapatkan edukasi ekologi. Kita terus gencarkan rethinking atau perubahan pola pikir, karena menjaga lingkungan adalah kewajiban kita bersama,” pungkas Rudy.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














