Prabowo Akui Kopdes Merah Putih Masih Banyak Kekurangan

Prabowo menjelaskan, gagasan awal pembentukan Kopdes Merah Putih adalah untuk membantu masyarakat kecil, khususnya petani, agar tidak terlalu bergantung pada tengkulak atau rantai distribusi panjang yang dinilai mengurangi keuntungan produsen.

Ia mengungkapkan, berdasarkan kajian pemerintah, rantai distribusi hasil pertanian saat ini melibatkan banyak pihak sebelum sampai ke konsumen. Kondisi tersebut membuat sebagian keuntungan justru dinikmati oleh perantara.

“Petani jual ke pengepul, pengepul ke distributor, distributor ke sub distributor, sub distributor ke pedagang grosir, pedagang grosir ke retail, baru ke konsumen. Ternyata keuntungan yang diambil pihak penengah ini sekitar 30 sampai 40 persen,” jelasnya.

BACA JUGA :  Tiga Mobil Tabrakan Beruntun di Tol Jagorawi, Satu Terluka

Prabowo menyebut pemerintah memperkirakan terdapat potensi penghematan hingga sekitar Rp313 triliun apabila rantai distribusi dapat dipangkas melalui koperasi desa.

Ia menargetkan Kopdes Merah Putih hanya mengambil margin keuntungan sekitar 5 hingga 10 persen sehingga manfaat ekonomi dapat lebih banyak dirasakan oleh petani dan masyarakat sebagai konsumen.

BACA JUGA :  Gudang Sparepart Motor di Bogor Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa

Menurut Prabowo, perputaran ekonomi di tingkat desa juga berpotensi meningkat karena dana yang beredar dapat menciptakan aktivitas ekonomi berulang di masyarakat.

“Kalau Rp1 beredar di masyarakat, kegiatan ekonomi yang ditimbulkan bisa dua, tiga sampai empat kali lipat,” ujarnya.

Pemerintah berharap pengembangan Kopdes Merah Putih dapat memperkuat perekonomian desa sekaligus membangun sistem distribusi yang lebih efisien dan berpihak kepada masyarakat.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================