BOGORTODAY.COM – Bagi banyak penumpang, duduk di kursi dekat jendela menjadi pengalaman yang menyenangkan selama penerbangan. Dari balik kaca, penumpang dapat melihat pemandangan awan, langit, hingga permukaan bumi dari ketinggian.
Namun, sebagian orang memilih menutup tirai jendela karena merasa tidak nyaman melihat ketinggian atau silau cahaya matahari. Meski begitu, saat pesawat akan melakukan lepas landas dan pendaratan, awak kabin biasanya meminta seluruh penumpang membuka tirai jendela.
Kebiasaan tersebut bukan sekadar aturan tanpa alasan. Ada sejumlah pertimbangan keselamatan dan kenyamanan yang menjadi dasar mengapa tirai jendela perlu tetap terbuka pada dua fase penerbangan tersebut.
- Memudahkan Pengamatan Saat Kondisi Darurat
Lepas landas dan pendaratan merupakan dua tahap penerbangan yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi dibandingkan saat pesawat sudah berada di udara.
Dalam situasi darurat, jendela yang terbuka memungkinkan penumpang dan awak kabin melihat kondisi di luar pesawat. Informasi visual tersebut dapat membantu mengetahui situasi seperti adanya asap, api, kerusakan bagian pesawat, maupun hambatan di sekitar area evakuasi.
Selain itu, cahaya alami dari luar dapat membantu mata penumpang beradaptasi lebih cepat apabila harus keluar dari pesawat dalam kondisi darurat.
- Membantu Awak Kabin Memantau Situasi
Ketika pesawat melakukan tinggal landas atau mendarat, awak kabin juga harus berada di posisi aman sesuai prosedur keselamatan. Mereka tidak selalu dapat melihat kondisi sayap atau area luar pesawat secara langsung.
Karena itu, penumpang yang duduk di dekat jendela secara tidak langsung dapat membantu menjadi pengamat tambahan. Jika melihat sesuatu yang tidak normal, penumpang dapat segera memberi tahu awak kabin.
Hal-hal kecil seperti adanya cairan, asap, atau kondisi tidak biasa di sekitar pesawat dapat menjadi informasi penting bagi kru penerbangan.
- Bagian dari Prosedur Keselamatan Penerbangan
Membuka tirai jendela saat pesawat akan lepas landas dan mendarat telah menjadi bagian dari prosedur keselamatan yang diterapkan oleh banyak maskapai di dunia.
Rekomendasi tersebut berkaitan dengan upaya meningkatkan kesadaran situasi bagi penumpang dan awak pesawat pada fase penerbangan yang paling membutuhkan perhatian.
Berbagai lembaga penerbangan internasional seperti Federal Aviation Administration (FAA), International Civil Aviation Organization (ICAO), dan European Union Aviation Safety Agency (EASA) memiliki pedoman keselamatan yang mendukung penerapan prosedur tersebut.
- Membantu Mengurangi Rasa Cemas Penumpang
Selain alasan keselamatan, membuka jendela pesawat juga dapat memberikan manfaat psikologis bagi sebagian penumpang.
Melihat kondisi luar, seperti landasan pacu atau perubahan posisi pesawat saat terbang, dapat membuat penumpang merasa lebih memahami situasi yang sedang terjadi. Hal ini bisa membantu mengurangi rasa takut terhadap hal yang tidak diketahui.
Bagi sebagian orang, memiliki gambaran mengenai kondisi sekitar pesawat juga dapat meningkatkan rasa nyaman dan mengurangi potensi kepanikan apabila terjadi perubahan situasi.
Permintaan untuk membuka tirai jendela saat pesawat lepas landas dan mendarat bukan hanya aturan rutin dari awak kabin. Prosedur tersebut dibuat untuk meningkatkan keselamatan dengan membantu penumpang maupun kru mendapatkan informasi visual mengenai kondisi di sekitar pesawat.
Jadi, meskipun terkadang terasa kurang nyaman karena cahaya terang atau pemandangan ketinggian, membuka jendela pesawat pada fase tersebut memiliki tujuan penting demi keamanan seluruh penumpang.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















