
Menurutnya, tekanan berlebihan dapat memicu robekan pada lapisan dalam arteri atau yang dikenal sebagai diseksi arteri serviks. Kondisi ini dapat menyebabkan terbentuknya gumpalan darah yang berisiko menghambat aliran darah ke otak.
Diseksi arteri serviks termasuk salah satu penyebab stroke pada kelompok usia muda yang sebelumnya tidak memiliki faktor risiko besar. Kondisi ini dapat terjadi akibat trauma atau tekanan tertentu pada area leher.
Jangan Memaksa Membunyikan Leher
Bordoloi mengingatkan masyarakat agar tidak sengaja memaksakan gerakan untuk membuat leher berbunyi. Meski rasa nyaman yang muncul biasanya hanya sementara, gerakan yang terlalu kuat dapat meningkatkan risiko cedera pada struktur leher.
Sebagai alternatif, rasa kaku atau pegal pada leher dapat dikurangi dengan peregangan ringan, memperbaiki posisi duduk, mengurangi ketegangan otot, serta melakukan aktivitas fisik secara rutin.
Kenali Tanda-Tanda Stroke
Masyarakat juga perlu mengenali gejala awal stroke agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Salah satu sisi wajah turun atau senyum terlihat tidak simetris.
- Salah satu lengan mengalami kelemahan atau mati rasa secara tiba-tiba.
- Bicara menjadi tidak jelas, cadel, atau sulit mengucapkan kata-kata.
Jika gejala tersebut muncul, segera mencari bantuan medis dan jangan menunggu kondisi membaik dengan sendirinya. Penanganan cepat dapat meningkatkan peluang pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















