Sering Lewatkan Sarapan? Ini Dampaknya bagi Kesehatan

Sarapan
Ilustrasi Sarapan. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Sarapan menjadi salah satu waktu makan yang dianjurkan untuk memulai aktivitas sehari-hari. Meski demikian, banyak orang masih terbiasa melewatkannya karena alasan terburu-buru, tidak sempat memasak, atau ingin mengurangi asupan kalori.

Padahal, kebiasaan tidak sarapan dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, mulai dari tingkat energi hingga kesehatan jantung. Sejumlah ahli menyebut tubuh memerlukan asupan nutrisi setelah berpuasa selama semalaman agar metabolisme dapat bekerja secara optimal.

Berikut beberapa dampak yang dapat terjadi jika seseorang terlalu sering melewatkan sarapan.

  1. Tubuh Mudah Lelah dan Sulit Berkonsentrasi

Saat bangun tidur, tubuh membutuhkan glukosa sebagai sumber energi utama, terutama bagi otak. Glukosa diperoleh dari makanan yang mengandung karbohidrat.

BACA JUGA :  Jaro Ade Minta Pejabat Bogor Kolaboratif dan Adaptif Bekerja

Jika sarapan dilewatkan, kadar gula darah dapat menurun sehingga tubuh terasa lebih lemas, mudah mengantuk, dan kemampuan berkonsentrasi ikut berkurang. Kondisi ini juga dapat memengaruhi produktivitas selama beraktivitas.

  1. Keseimbangan Hormon Bisa Terganggu

Puasa yang berlangsung terlalu lama setelah bangun tidur dapat memengaruhi produksi hormon, termasuk hormon kortisol yang berkaitan dengan respons tubuh terhadap stres.

Sarapan bergizi membantu menjaga keseimbangan hormon tersebut sehingga tubuh lebih siap menghadapi aktivitas sehari-hari. Dalam jangka panjang, kestabilan hormon juga berperan penting terhadap kesehatan reproduksi dan siklus menstruasi.

  1. Berpengaruh pada Kesehatan Mental

Beberapa penelitian menunjukkan kebiasaan melewatkan sarapan berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan suasana hati.

Kadar kortisol yang terus tinggi akibat tubuh berada dalam kondisi stres dapat meningkatkan risiko kecemasan maupun depresi. Karena itu, sarapan dinilai menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu menjaga kesehatan otak dan kondisi psikologis.

  1. Memicu Makan Berlebihan
BACA JUGA :  Pulau Sehat Abu Dhabi Siap Dibuka pada 2029

Tidak makan pada pagi hari sering kali membuat rasa lapar muncul lebih kuat saat siang atau malam.

Akibatnya, seseorang cenderung mengonsumsi makanan dalam jumlah lebih banyak, bahkan memilih makanan tinggi kalori dan tinggi lemak. Kebiasaan tersebut dapat mengganggu pola makan sehat dan meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

  1. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Sejumlah penelitian juga menemukan hubungan antara kebiasaan tidak sarapan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================