
Salah satu penyebabnya diduga berkaitan dengan gangguan metabolisme, seperti kontrol gula darah yang kurang baik, pola makan berlebihan di waktu berikutnya, hingga kebiasaan hidup tidak sehat yang sering menyertai orang yang rutin melewatkan sarapan.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyempitan pembuluh darah yang berpotensi memicu serangan jantung maupun stroke.
Menu Sarapan yang Dianjurkan
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Rudy Kurniawan, SpPD, menyarankan agar sarapan tetap mengandung karbohidrat sebagai sumber energi utama. Selain itu, menu pagi juga sebaiknya dilengkapi protein, lemak sehat, sayuran, dan buah agar kebutuhan gizi lebih seimbang.
Pedoman Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan dapat dijadikan acuan dalam menyusun menu sarapan, yaitu:
- Makanan pokok sebagai sumber karbohidrat.
- Lauk yang mengandung protein hewani maupun nabati.
- Sayuran dalam porsi yang cukup.
- Buah-buahan sebagai pelengkap.
Sarapan tidak harus dalam porsi besar, tetapi sebaiknya memenuhi kebutuhan gizi agar tubuh memiliki energi yang cukup untuk menjalani aktivitas sepanjang hari.
Membiasakan sarapan sehat juga dapat membantu menjaga metabolisme, meningkatkan konsentrasi, serta menurunkan risiko berbagai penyakit di kemudian hari.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















