
Artinya: “Segala puji bagi Allah.”
- Takbir
اللهُ أَكْبَرُ
Latin: Allahu Akbar (33 kali)
Artinya: “Allah Maha Besar.”
- Tahlil
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Latin: Laa ilaaha illallah
Artinya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah.”
- Zikir Tauhid
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُ
Latin: Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.
Artinya: “Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala puji. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
- Zikir Penghapus Dosa
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
Latin: Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil ‘azhim.
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung.”
Doa yang Dianjurkan Dibaca di Bulan Safar
Selain memperbanyak zikir, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa memohon perlindungan kepada Allah SWT.
- Doa Memohon Perlindungan dari Kesusahan
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Latin: Allaahumma innii a’uudzu bika minal hammi wal hazani wal ‘ajzi wal kasali wal bukhli wal jubni wa ghalabatir rijaal.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, sifat kikir, sifat pengecut, dan tekanan dari manusia.”
- Doa Memohon Dijauhkan dari Orang Zalim
رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِيْ فِى الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
Latin: Rabbi falā taj’alnī fil-qaumiẓ-ẓālimīn.
Artinya: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku termasuk golongan orang-orang yang zalim.”
- Doa Memohon Perlindungan dari Empat Perkara Buruk
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْأَرْبَعِ: مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ
Latin: Allaahumma innii a’uudzu bika minal arba’i: min ‘ilmin laa yanfa’u, wa min qalbin laa yakhsya’u, wa min nafsin laa tasyba’u, wa min du’aa’in laa yusma’.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah merasa puas, dan doa yang tidak dikabulkan.”
Bulan Safar bukanlah bulan yang membawa kesialan sebagaimana anggapan sebagian masyarakat. Islam mengajarkan agar umatnya tidak mempercayai mitos yang tidak memiliki dasar syariat. Tidak ada doa maupun zikir yang dikhususkan hanya untuk bulan Safar. Namun, memperbanyak istighfar, zikir, membaca Al-Qur’an, berdoa, serta melakukan amal saleh tetap menjadi amalan yang sangat dianjurkan sepanjang waktu, termasuk saat memasuki bulan Safar. Dengan demikian, seorang Muslim dapat mengisi bulan Safar dengan ibadah dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















