
Waktu singkat ini dapat membantu anak beradaptasi sehingga tidak merasa terburu-buru.
- Hindari Membentak Saat Membangunkan
Membangunkan anak dengan berteriak justru berpotensi membuat suasana pagi menjadi lebih tegang. Anak bisa merasa tertekan, bahkan cenderung menghindari atau mengabaikan panggilan orang tua di kemudian hari.
Sebaliknya, bangunkan anak secara perlahan dengan suara lembut agar proses bangun tidur terasa lebih nyaman.
- Ajarkan Anak Bertanggung Jawab
Orang tua juga dapat melatih kemandirian anak dengan membiasakan mereka bangun sendiri. Jelaskan bahwa bangun tepat waktu merupakan tanggung jawab yang harus dipenuhi setiap hari.
Kebiasaan ini akan membantu anak belajar disiplin sekaligus memahami pentingnya mengatur waktu.
- Gunakan Alarm Lebih Awal
Memasang alarm sekitar satu jam sebelum waktu berangkat dapat membantu anak memiliki waktu lebih longgar untuk bersiap. Cara ini mengurangi risiko terburu-buru dan membuat rutinitas pagi terasa lebih tenang.
Selain alarm, orang tua tetap perlu mendampingi hingga anak benar-benar terbiasa bangun sesuai jadwal.
Membantu anak bangun pagi membutuhkan proses dan konsistensi. Dengan memastikan waktu tidur yang cukup, menciptakan suasana pagi yang positif, serta menerapkan rutinitas secara berulang, anak akan lebih mudah beradaptasi dan terbiasa memulai hari tanpa drama.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














