Jadi Pembicara Dalam Rapat Pleno 1 HMI, Bima Arya Berikan Tiga Catatan

hmi

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Wali Kota Bogor, Bima Arya menjadi pembicara dalam acara Rapat Pleno I Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Periode 2021-2023 di New Panjang Jiwo Resort, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (7/4/2022).

Dengan mengusung tema ‘Arah Baru HMI : Berdaya Bersama Menuju Indonesia Emas 2045′, Bima Arya memberikan tiga catatan kepada seluruh kader HMI se-Indonesia untuk dievaluasi bersama mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Pertama, orientasi untuk apa berorganisasi. Menurut Bima Arya, berorganisasi adalah aktualisasi diri. Berorganisasi adalah berkontribusi, mengabdi, bukan mencari materi apalagi ‘kursi’.

BACA JUGA :  Beasiswa AGRTPS 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Indonesia Berkesempatan Kuliah Riset di Australia dengan Pendanaan Penuh

“Pertanyaan mendasar ini yang harus dijawab dan disikapi bersama-sama. Saya sangat percaya hari ini mainstream dari HMI bukan pragmatisme, bukan transaksionalisme. Mainstream teman-teman HMI adalah transformatif, jangka panjang,” jelasnya.

Kedua, kaderisasi. Ia merasa sudah belasan tahun mengamati, format organisasi tidak berubah. Sudah saatnya mengkaji terkait kualitas dan integritas kader.

BACA JUGA :  Mengapa Kepala Bisa Tiba-Tiba Sakit Saat Makan Es Krim? Ini Penjelasan Ilmiahnya

“Saya kira ini PR HMI sebagai upaya untuk mencetak kader. Ini era start up, komunitas, endorser. Kita bisa gunakan cara low cost, high impact,” tuturnya.

Ketiga, metode gerakan. Antara Oposisi atau kolaborasi, antara gerakan moral, intelektual atau politik. Ini perlu orkestrasi yang pas. Tidak mungkin berhenti menjadi gerakan penjaga moral, tidak kritis. Tapi tidak mungkin selamanya jadi oposisi di jalanan.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================