BOGOR-TODAY.COM, JAKARTAHarga telur ayam melambung tinggi, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) mengeluh naiknya harga telur ayam di pasaran. Kenaikan harga itu terutama sangat membebani industri makanan dan minuman (mamin) skala kecil.

Menurut Ketua Umum Gapmmi Adhi S Luktio, industri mamin skala kecil biasanya membeli stok bahan baku secara harian sehingga ketika ada beberapa bahan baku yang tiba-tiba naik seperti telur membuat mereka tidak kuat bertahan.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kota Bogor Jadi Khotib Idul Adha 1447 H, Ajak Jamaah Teladani Nabi Ibrahim AS

“Industri kecil daya tahannya rendah. Mereka bahan baku beli harian atau mingguan. Bukan kayak yang besar, ada inventory berbulan-bulan, jadi industri kecil kalau bahan baku tiba-tiba naik, mereka enggak kuat,” kata Adhi, Kamis (25/8/2022).

Akibatnya, kata dia, pelaku industri mamin skala kecil mau tidak mau mengurangi takaran telur sebagai bahan baku pembuatan makanan. Hal itu demi bisa bertahan di tengah situasi saat ini.

BACA JUGA :  Ubah Kebiasaan Makan Siang, Risiko Tekanan Darah Tinggi Bisa Berkurang

Bahkan tidak sedikit juga yang memilih untuk menaikkan harga jual ke konsumen. Pasalnya, jika tidak dilakukan, pelaku usahanya bakal nombok.  “Sama kayak tempe, kalau kedelai naik, yah mereka menurunkan size jual jadi setengah, terus ada juga yang punya strategi harganya (ke konsumen) naik. Sama kayak telur gitu juga,” ujar Adhi.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================