Polemik Pembelian Lahan SMPN 4 Citeureup Dari Kolong Sutet Hingga Dugaan Markup Harga Tanah

IDRIS_SMPN 4 CITEUREUP
Idris mencium adanya bau permainan busuk yang di lakukan para oknum yakni, adanya dugaan mark up harga tanah yang jika dilihat dari NJOP. (FOTO : IST)

BOGOR-TODAY.COM Seperti tidak kehabisan akal dalam meloloskan anggaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor ‘kekeh’ ingin melancarkan niatnya menggelontorkan uang rakyat.

Rencana awal, Disdik berencana membeli lahan seluas kurang lebih 7.000 meter persegi di bawah kolong sutet di Desa Leuwinutug, karena mendapat kritikan pedas dari berbagai kalangan akhirnya Disdik membatalkannya.

Bukan berarti batal pembeliannya, uang sebesar Rp 17,5 miliar itupun bagaimana caranya agar terserap dan akhirnya opsi lain dipilih yakni membeli lahan yang lain.

“Kabarnya, Disdik tetap akan membeli lahan untuk SMPN 4 Citeureup, namun lokasinya pindah ke Kampung Jelok Setu, Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup,” ujar Idris Santoso warga Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup.

BACA JUGA :  4 Cara Simpel Membersihkan Minyak Goreng Bekas agar Tetap Jernih dan Aman Dipakai Lagi

Namun, Idris mencium adanya bau permainan busuk yang di lakukan para oknum yakni, adanya dugaan mark up harga tanah yang jika dilihat dari NJOP nya, harga tanah di Jelok Setu Rp335.000 permeter persegi.

“Anggap saja harga pasaran di Jelok Seto Rp 750.000, jika dikalikan dengan luas tanahanya 7.000 meter persegi maka totalnya sebesar Rp 5.250.000.000, kenapa Disdik menganggarkan Rp 17,5 miliar,” tanya Idris.

“Tentunya, ini sangat menyakiti hatirakyat dikala 30 kecamatan 123 desa di Kabupaten Bogor sedang mengalami krisis air bersih,” imbuhnya dia.

BACA JUGA :  Manfaat Chili Oil untuk Kesehatan, Lebih dari Sekadar Bumbu Pedas Favorit

Anehnya lagi, sambung dia, mengapa Disdik ‘ngotot’ ingin membeli lahan di Desa Leuwinutug, padahal di Desa Sukahati sudah disiapkan lahan gratis yang luasannya cukup untuk membangun sebuah gedung sekolah SMPN 4 Citeureup.

“Kenapa sih Disdik ngotot banget pengen beli lahan di Desa Leuwinutug, apakah punya hubungan spesial dengan kepala desanya. Kan sudah jelas, Desa Suakahati siap menghibahkan lahan untuk pembangunan SMPN 4 Citeureup secara cuma – cuma alias gratis,” tegas dia.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================