SMK Pandu
Polisi berhasil meringkus tiga orang pelaku pembunuhan pelajar berinisial MBS (16) yang terjadi di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Mutia/Bogor-Today.com)

BOGOR-TODAY.COM – Petisi penutupan SMK Pandu menjadi sorotan usai pembunuhan salah satu siswa berinsial MBS (16). Ia meninggal dunia usai terkena sabetan celurit di Pasar Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Hingga hari ini, Rabu (6/12/2023) tercatat sebanyak 1.294 orang sudah menyetujui petisi penutupan SMK Pandu yang dibuat sejak tanggal 3 Desember 2023 kemarin.

BACA JUGA :  Jenal Mutaqin Ajak Warga Manfaatkan Program Sunat Gratis di Puskesmas se-Kota Bogor

Kendati demikian, salah satu analis Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah I Jawa Barat, Ade Maulana mengaku, penutupan sekolah tersebut tidak bisa langsung diproses karena harus melewati berbagai tahapan.

“Penutupan sekolah itu tidak serta merta dari satu indikator, nanti kita bikin analisis, indikator apa saja yang membuat sekolah tersebut bisa ditutup,” kata Ade Maulana, Rabu (6/12/2023).

BACA JUGA :  Kemnaker Catat 23.470 Pekerja Terkena PHK hingga Mei 2026, Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Ade menjelaskan bahwa, pihak sekolah akan dikenakan sanksi administrasi karena terdapat banyak aduan mengenai murid-muridnya yang melakukan tindakan negatif.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================