Pelepasliaran 7 Kukang Jawa Hasil Rehabilitasi di Gunung Koneng TNGHS

Petugas gabungan saat melepasliarkan Kukang Jawa di Gunung Koneng Kawasn TNGHS, Sukabumi. (Foto: Ist)

BOGOR-TODAY.COM – Sebanyak tujuh individu Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) hasil rehabilitasi, berhasil dilepasliarkan di Kawasan Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Gunung Koneng Blok Ciawitali, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), SUkabumi, Jawa Barat, pada Jumat (19/1/2024).

Pelaksanaan lepas liar itu dilakukan oleh petugas tim gabungan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat bersama Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (BTNGHS) dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).

Tujuh Kukang Jawa yang dilepasliarkan ini terdiri dari enam individu kukang jantan bernama Paw-paw, Klap, Kilat, Teru, Ciban, Cibon, serta satu kukang betina bernama Ciben. Kukang-kukang ini berasal dari pelaporan dan penyerahan masyarakat kepada Balai Besar KSDA Jawa Barat, serta Balai KSDA Yogyakarta.

BACA JUGA :  Pancasila di Tengah Disrupsi Digital

Selain itu, terdapat pula Kukang yang merupakan serahan warga melalui pusat penyelamatan satwa, yang kemudian dititip rawatkan di pusat rehabilitasi satwa YIARI di Ciapus, Kabupaten Bogor, Jawa Barat untuk menjalani penanganan medis dan proses rehabilitasi sebelum dikembalikan lagi ke habitat aslinya.

Kepala BBKSDA Jawa Barat, Irawan Asaad mengapresiasi hasil kerja bersama antara Balai Besar KSDA Jawa Barat dan YIARI, serta Balai TNGHS. Karena mengawali tahun 2024 ini dengan memulai kembali rangkaian pelestarian keanekaragaman hayati di Jawa Barat, melepas liar tujuh individu kukang, satwa liar paling banyak yang diselamatkan dan dilepasliarkan oleh Balai Besar KSDA Jawa Barat dan YIARI.

“Kami berharap momen ini menjadi momentum penambah erat ikatan kebersamaan dan penambah semangat melestarikan satwa liar dilindungi, perlu diingat bahwa satwa liar bukan untuk dipelihara, kebahagiaan hidupnya berada di tengah hutan bukan di tengah rumah anda, apalagi di kandang peliharaan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Resep Bolu Tape Lembut dan Harum, Cocok untuk Teman Minum Teh

Kepala BTNGHS, Ir. Irzal Azhar mengapresiasi kerjasama multipihak dalam upaya konservasi biodiversitas di TNGHS, khususnya pelestarian Kukang Jawa melalui upaya rehabilitasi dan pelepasliaran kembali ke habitat aslinya di Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

“Dengan kegiatan ini kami berharap keseimbangan populasi Kukang Jawa khususnya dan ekosistem TNGHS secara keseluruhan dapat dipertahankan sehingga kawasan TNGHS tetap dapat memberikan manfaat ekologis yang berkelanjutan,” kata Irzal.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================