BOGORTODAY.COM – Publik kembali diguncang, setelah tsunami di tubuh Golkar, kini Mahkamah Konstitisu (MK) membuat heboh khazanah politik Indonesia dengan membuat putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang mengubah syarat pengusungan pasangan calon (paslon) Pilkada Serentak 2024.
Salah satu isinya dari surat putusan itu yakni, parpol di tingkat kabupaten/ kota dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) lebih dari 1 juta jiwa, bisa mengusung calon jika memperoleh suara 6,5 persen.
Kabar tersebut pun disambut baik Wakil Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya. Menurutnya, putusan MK benar-benar memberikan pengetahuan baru soal prinsip demokrasi yang sesungguhnya.
“Demokrasi itu adalah membuka ruang partisipasi yang seluas-luasnya dalam sebuah ajang kontestasi,” ujar pria yang akrab disapa Kang AW saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (20/8/2024).
Hal itulah yang harus dipahami terlebih dahulu secara substantif oleh para kontestan yang akan maju dalam pemilihan bupati Bogor 2024. Dan itulah alasan mengapa NasDem dan Golkar bersikukuh mendorong Jaro Ade untuk melawan kotak kosong itu.
“Jadi sudah jelas ya, Partai NasDem dan Partai Golkar itu, semangatnya mengambil posisi yang pro-demokrasi melawan para politisi yang anti demokrasi,” tegas Kang AW.
Anggota DPRD RI terpilih itu mensimulasikan, kontestasi di dalam demokrasi itu, pertarungan ide, adu gagasan dan adu pikiran.
Jika melawan kotak kosong, lantas ide apa yang akan dipertarungkan dan pikiran-pikiran apa yang akan disandingkannya, karena kotak kosong merupakan benda mati.
“Pikiran manusia dengan hewan yang masih makhluk hidup saja tidak mungkin dipertarungkan, ini malah ada politisi yang mau mendorong terjadinya pertarungan orang melawan kotak kosong,” sindir Kang AW.
Kang AW sangat menyayangkan jika ada gerombolan politik di Kabupaten Bogor yang dengan sengaja mendorong agar melawan kotak kosong, perlu dipertanyakan kejiwaan demokrasinya.
“Bayangkan saja, jika kita ngobrol dengan tembok atau kaleng kerupuk, pasti kita disangka gila kan? Nah, sekarang elit politik malah mendorong warganya ngobrol dengan kotak kosong, terus siapa yang sakit coba,” tanya Kang AW.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















