JAKARTA, Today – PT AsuranÂsi Kredit Indonesia (Askrindo) dan Perum Jaminan Kredit InÂdonesia ( Jamkrindo) berharap Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dialokasikan untuk kredit usaha rakyat (KUR) daÂpat segera diputuskan.
Direktur Penjaminan JamÂkrindo, Bakti Prasetyo mengaÂtakan jika program KUR sudah masuk dalam Paket Kebijakan Pemerintah Jilid V, maka pemÂberian PMN kepada Askrindo dan Jamkrindo juga dapat diÂlaksanakan. “Kalau disimak penugasan Presiden untuk KUR ditargetkan Rp 100 triliun sampai Rp 120 triliun harusnya penting untuk PMN ini,†kata Bakti, Senin (2/10/2015).
Bakti mengingatkan, janÂgan sampai penundaan PMN ini akan membuat penyaluran KUR kian molor dari target. Berkaca pada kondisi tahun ini, penyaluran KUR sempat terhenti selama delapan buÂlan. Sehingga penyerapan juga tidak maksimal.
Ia juga mengatakan, jika suatu saat gearing ratio AskrinÂdo dan Jamkrindo tidak cukup untuk menanggung KUR, maka pemerintah harus berjanji segera membuat kebijakan baru. Sebab nanti akan mengÂganggu bisnis BUMN yang dijaÂnjikan mendapatkan PMN.
Direktur Utama Askrindo, Antonuis Chandra Napitupul menambahkan risiko yang akan ditanggung Askrindo dalam PMN ini sangat besar, sehingga berpotensi merugiÂkan perusahaan. Apalagi untuk PMN tahun 2015 yang sebesar Rp 1 triliun hingga saat ini beÂlum juga cair.
Selama ini katanya, AskrinÂdo masih dapat menahan risiko KUR dengan modal sendiri dan lewat perusahaan reasurÂansi. Jamkrindo dan Askrindo awalnya akan mendapatkan PMN yang masing-masing sebeÂsar Rp 500 miliar pada tahun 2016. Namun Dewan PerwakiÂlan Rakyat (DPR) menolak renÂcana pemerintah memberikan PMN ke 25 BUMN dengan total nilai sebesar Rp 40,42 triliun.
Rencana penawaran saham baru (right issue) 4 BUMN denÂgan target dana sekitar Rp13 triliun pada tahun depan diÂpastikan tersendat karena DPR dan pemerintah memutuskan untuk menunda pemberian PeÂnyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN.
Seperti diketahui, DPR dan pemerintah sepakat untuk menunda pemberian PMN keÂpada 23 BUMN senilai Rp34,32 triliun dalam APBN 2016. PemÂberian tambahan modal keÂpada BUMN diusulkan ditunda hingga pembahasan RancanÂgan APBN Perubahan 2016.
Dari 23 BUMN tersebut, 4 BUMN di antaranya merupaÂkan perusahaan yang telah melantai di Bursa Efek IndoÂnesia seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Jasa Marga (Persero) Tbk., PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
Empat BUMN itu diusulÂkan memperoleh PMN senilai Rp9,03 triliun dimana Wijaya Karya diusulkan memperoleh tambahan modal Rp4 triliun, Pembangunan Perumahan Rp2,25 triliun, Jasa Marga Rp1,25 triliun dan Krakatau Steel Rp1,5 triliun.
Penambahan modal dari negara kepada BUMN biasanya disertai proses right issue agar saham pemerintah tidak terdiÂlusi. Dengan ditundanya pemÂberian PMN maka proses right issue dipastikan bakal tidak sesuai rencana semula.
Sekretaris Perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Iip Budiman mengataÂkan pihaknya akan mengikuti proses yang telah ditetapkan oleh DPR dan pemerintah yaitu pembahasan kembali dengan komisi terkait di DPR.
Dengan demikian, menuÂrut Iip, pihaknya akan mengiÂkuti kembali pembahasan PMN dalam APBN Perubahan 2016. Selain itu, Iip mengatakan seÂjauh ini belum terdapat pemÂbahasan perubahan RKAP di Krakatau Steel.
“Untuk rencana investasi yang terkait dengan PMN, seÂdang kami lihat kembali prosÂesnya. Namun untuk investasi yang berkaitan dengan lender yang sudah siap tentu akan tetap dipertimbangkan,†kaÂtanya, Senin (2/11).
Sekretaris Perusahaan Jasa Marga, Mohammad Sofyan mengatakan pihaknya masih menanti arahan dari kuasa pemegang saham terkait peÂnundaan pemberian PMN tersebut. “Kami menunggu araÂhakan dari pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN.
Emiten berkode saham JSMR itu kini tengah mengÂgarap 13 ruas jalan tol baru dengan nilai investasi sekitar Rp40 triliun dengan panjang 460 km. Sekitar 60 km telah beroperasi dan sisanya sekitar 400 km sedang dalam tahap pembangunan hingga 2019.
Terkait 13 ruas yang sebagiÂan besar berada di pulau Jawa tersebut, Sofyan mengatakan pembangunan itu untuk menÂdukung program pemerintah terkait percepatan pembanguÂnan jalan tol. “Untuk ruas-ruas itu telah ada pendanaannya,†kata Sofyan.
(Adil | net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















