Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)
MENURUT laporan Indonesia Corruption Watch (ICW), sepanjang tahun 2023, Indonesia mencatat 791 kasus korupsi dengan jumlah tersangka mencapai 1.695 orang. Total kerugian negara akibat korupsi sepanjang tahun 2023 ini mencapai Rp28,4 triliun.
Untuk tahun 2024 pastilah lebih besar lagi dari segi jumlah, karena dari terunkapnya mega korupsi tambang batubara saja sudah sebesar 271 trilyun bro. Weleh-weleh uang segitu banyak jika dibelikan mi ayam dapat berapa mangkok ya? Kemudian bagaimana mencegah korupsi dimulai dari bangku sekolah, yaitu:
Pertama, menggunakan teknologi yang mendukung perilaku kejujuran, yaitu bisa dengan menggunakan absensi fingerprint JIBAS (Jaringan Informasi Bersama Antar sekolah). Dengan tehnologi ini, minimal akan mengurangi tingkat absensi peserta didik, teknologi ini juga bisa membuat peserta didik tidak bisa berbohong pada orang tuanya, karena begitu peserta didik absen dengan jarinya otomatis langsung tersambung ke sms/wa HP orang tuanya.
Di pasang Closed Circuit Television (CCTV) setiap kelas, kantor, kantin dan halaman tertentu. Diharapkan dengan CCTV ini juga bisa mencegah peserta didik berbohong atau melakukan kegiatan negatif yang lain.
Juga bisa ujian atau ulangan dengan sistem online atau dengan sistem aplikasi IT, sehingga mengurangi kecurangan, karena jika peserta didik curang bisa terdeteksi oleh sistem aplikasi.
Memang ada kekurangan dari ketiga teknologi ini, misal jika listrik padam, alat ini tidak bisa berfungsi, selain itu perilaku jujur ini ada unsur tidak ikhlasnya, karena mereka jujur bukan karena Tuhan Yang Maha Tahu, tapi karena teknologi tersebut.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















