BOGORTODAY.COM – Hujan deras yang mengguyur Trenggalek selama dua hari terakhir memicu terjadinya sejumlah bencana alam, termasuk tanah gerak dan tanah longsor yang berdampak pada ratusan warga.
Salah satu kejadian bencana yang signifikan terjadi di Kecamatan Suruh, di mana tanah gerak memaksa puluhan warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengungkapkan bahwa tanah gerak terjadi di RT 18, RW 4, Dusun Depok, Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh.
Retakan tanah terjadi secara sporadis di kawasan perkampungan, bahkan ada beberapa bagian tanah yang ambles, termasuk jalan-jalan di kampung tersebut.
“Retakan tanah itu tersebar, bahkan ada yang ambles juga. Termasuk jalan di kampung,” kata Triadi, Senin (16/12/2024).
Akibat dari pergerakan tanah ini, sejumlah bangunan rumah milik warga juga mengalami kerusakan akibat retakan yang meluas. Keadaan semakin memburuk setelah hujan deras semalam memperparah kondisi tanah.
Berdasarkan hasil peninjauan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Trenggalek, sedikitnya 12 unit bangunan terdampak, yang terdiri dari 11 rumah dan 1 musala.
Triadi menambahkan, dari 11 rumah yang terdampak, 8 rumah di antaranya mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman, dengan total 9 kepala keluarga atau 23 jiwa yang terpaksa meninggalkan rumah mereka.
“Hal ini dilakukan karena kondisi lingkungannya cukup berbahaya,” imbuhnya.
BPBD Trenggalek pun berencana untuk melakukan penelitian lebih lanjut guna menentukan langkah yang tepat dalam menangani permasalahan ini.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















