Kasus Kematian Ternak Sapi Akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Boyolali Meningkat

Kasus Kematian Ternak Sapi Akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Boyolali Meningkat

BOGORTODAY.COM – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi di Boyolali kembali mencuat. Sejak laporan pertama pada Oktober 2024 hingga Januari 2025, jumlah kematian sapi akibat PMK telah meningkat signifikan.

Dari awalnya 5 ekor, kini jumlah sapi yang mati bertambah menjadi 17 ekor, dengan jumlah sapi yang terjangkit mencapai 102 ekor yang tersebar di 10 kecamatan di Boyolali.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali, Lusia Dyah Suciati, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan surveilans terhadap 200 ekor sapi yang rentan terjangkit PMK.

Dari jumlah tersebut, 102 ekor sapi menunjukkan gejala terjangkit PMK, dan 17 ekor sapi dilaporkan telah mati. Semua laporan ini diterima baik melalui hotline service maupun Puskeswan setempat.

BACA JUGA :  Kenali 7 Ciri Orang Problematik yang Bisa Mengganggu Hubungan Sosial

“Saat ini di Boyolali dari yang disurveilans 200 ekor ini yang rentan, yang menunjukkan gejala (terjangkit PMK) 102 ekor. Kemudian yang laporan sudah mati 17 ekor,” ungkap Lusia di kantornya, Jumat (3/1/2025).

Sebagian besar kasus PMK ditemukan di wilayah Boyolali bagian utara, dengan sapi potong menjadi yang paling rentan terjangkit penyakit ini. Penyebaran PMK kali ini telah mencakup 10 kecamatan, yaitu Kecamatan Andong, Klego, Wonosegoro, Simo, Karanggede, Ngemplak, Sambi, Mojosongo, Cepogo, dan Musuk.

BACA JUGA :  Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Indocement Tanam Pohon Endemi Lokal di Citeureup

Lusia menjelaskan bahwa seluruh sapi yang dilaporkan terjangkit PMK telah diberikan pengobatan dan diminta untuk diisolasi sampai sembuh. Langkah pencegahan lebih lanjut telah dilakukan, termasuk pengawasan ketat di pasar hewan.

Pada hari pasaran di pasar hewan Jelok Cepogo, misalnya, dilakukan penyemprotan disinfektan oleh PMI Boyolali pada pagi hari sebelum pasar buka, dan juga dilakukan pengecekan kesehatan sapi oleh petugas medis veteriner dari Puskeswan serta Keswan Disnakan.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================