Minum Susu Dapat Mengurangi Risiko Kanker Usus, Menurut Penelitian Terbaru

Minum Susu

BOGORTODAY.COM – Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa minum segelas susu setiap hari dapat membantu mengurangi risiko kanker usus besar, sebuah jenis kanker yang menjadi penyebab kematian utama di dunia.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di Nature Communications, setiap 300 mg kalsium yang dikonsumsi, yang setara dengan setengah liter susu, dikaitkan dengan penurunan risiko kanker usus sebesar 17 persen.

Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan data diet dari 540.000 wanita selama hampir 17 tahun. Ahli gizi senior dan penulis penelitian, Dr. Keren Papier, menjelaskan bahwa kandungan kalsium dalam susu terbukti memiliki efek perlindungan terhadap kanker kolorektal.

BACA JUGA :  Piala AFF 2026 Jadi Ajang Pembuktian Kualitas Pemain Domestik Racikan John Herdman

“Kalsium ditemukan memiliki efek serupa baik pada sumber susu maupun non-susu, yang menunjukkan bahwa kalsium adalah faktor utama yang bertanggung jawab dalam mengurangi risiko,” kata Dr. Papier.

Kalsium dalam Susu dan Kesehatan Usus

Kanker usus besar, atau kanker kolorektal, merupakan jenis kanker ketiga yang paling umum di dunia, dengan hampir 2 juta kasus dan 1 juta kematian setiap tahunnya.

Para peneliti percaya bahwa kalsium dapat melindungi terhadap kanker usus dengan cara mengikat asam empedu dan asam lemak bebas dalam tubuh, membentuk senyawa mirip ‘sabun’ yang tidak berbahaya. Senyawa ini mencegah kerusakan pada lapisan usus yang dapat menyebabkan kanker.

BACA JUGA :  Psikologi Warna di Kantor: Pilihan Warna Pakaian yang Bisa Mempengaruhi Kesan Profesional

“Kami memiliki beberapa gagasan tentang mengapa kalsium memiliki efek ini. Diduga, kalsium mengikat asam empedu dan asam lemak bebas untuk membentuk senyawa yang mencegah kerusakan pada lapisan usus kita,” jelas Dr. Papier.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa enam faktor lain yang berhubungan dengan konsumsi produk susu berkontribusi signifikan terhadap pengurangan risiko kanker kolorektal, memperkuat bukti bahwa kalsium adalah pendorong utama perlindungan tersebut.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================