Polisi Bantah Isu Razia dalam Kasus BRV Lawan Arah di Tol Pekalongan, Sopir Ternyata Konsumsi Obat Penenang

Polisi Bantah Isu Razia dalam Kasus BRV Lawan Arah di Tol Pekalongan, Sopir Ternyata Konsumsi Obat Penenang

BOGORTODAY.COM – Kepolisian menepis kabar yang menyebutkan adanya razia di Tol Pekalongan yang menjadi alasan sopir mobil Honda BRV nekat melaju melawan arus dan menabrak bus PO Fransindo Trans.

Kecelakaan tragis itu terjadi pada Sabtu (12/4/2025) pagi dan menewaskan dua orang dalam mobil BRV.

Kasat Lantas Polres Pekalongan, AKP Rony Hidayat, menyatakan bahwa tidak ada razia oleh kepolisian maupun Bea Cukai di jalur tol pada waktu kejadian.

“Contra flow, tidak ada razia dari kepolisian maupun Bea Cukai. Kami tidak pernah menyampaikan atau menyatakan ada razia dari fungsi manapun di jalur tol,” kata Rony saat ditemui di Gerbang Tol Bojong, Pekalongan, Senin (14/4/2025).

BACA JUGA :  Kesehatan Pencernaan Anak Tak Boleh Diabaikan, Ini Tanda Saluran Cerna yang Sehat

Dalam mobil Honda BRV yang terlibat kecelakaan, ditemukan sejumlah rokok tanpa pita cukai. Mengenai hal ini, Rony menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal Polres Pekalongan serta Bea Cukai.

“Untuk rokok tanpa cukai, kita komunikasikan dan koordinasi dengan fungsi Reskrim. Kita juga sudah hubungi Bea Cukai terkait rokok yang masih ada di BRV tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rony mengungkap bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan medis, sopir mobil BRV terbukti berada dalam pengaruh obat penenang saat kejadian. Hal itu diketahui dari hasil uji laboratorium terhadap sampel darah dan urine.

BACA JUGA :  Dorong Transaksi Non-Tunai di Pasar Kebon Kembang, Perumda PPJ dan BSI Resmikan Sales Outlet Lapak

“Dari hasil cek sampel darah dan urine, pengemudi terbukti positif mengandung benzodiazepine, sejenis obat penenang. Obat ini seharusnya digunakan dengan resep dokter dan dapat menurunkan kerja otak serta menimbulkan rasa kantuk,” jelas Rony.

Obat yang dikonsumsi pengemudi diduga turut memengaruhi kesadaran dan kemampuan berkendara, sehingga menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================