BOGORTODAY.COM – Kebijakan larangan study tour yang diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berdampak besar terhadap sektor pariwisata edukasi di Kota Bogor. Sejumlah pelaku usaha melaporkan tingginya angka pembatalan reservasi dari pihak sekolah.
Ketua Paguyuban Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri) Kota Bogor, Nasar, menyebutkan bahwa tingkat pembatalan reservasi wisata edukasi mencapai 30 hingga 40 persen.
“Hampir sekitar 30-40 persen terjadi pembatalan reservasi yang telah dilakukan oleh sekolah-sekolah dari luar Kota Bogor,” ujar Nasar, Kamis (17/4/2025).
Ia menjelaskan bahwa pembatalan ini memaksa pelaku usaha untuk mengembalikan uang muka reservasi yang sudah dibayarkan. Sementara itu, sekolah yang belum menyetorkan uang muka memilih membatalkan atau memindahkan kegiatan ke tempat lain.
“Yang sudah membayar DP kami kembalikan, sementara yang belum, banyak yang memilih membatalkan atau memindahkan kegiatan,” jelasnya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















