Perang Tarif AS-China: Samsung Diuntungkan, Apple Tertekan

Perang Tarif AS-China: Samsung Diuntungkan, Apple Tertekan

BOGORTODAY.COM – Di tengah memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, Samsung disebut sebagai salah satu perusahaan teknologi global yang justru bisa mendapatkan keuntungan strategis.

Sebaliknya, Apple—kompetitor terdekat Samsung—berada dalam posisi yang lebih rentan akibat ketergantungan besar pada China sebagai pusat perakitan produknya.

Ketegangan perdagangan antara dua negara ekonomi terbesar dunia ini kembali meningkat setelah AS mengenakan tarif impor baru terhadap berbagai produk dari China, yang mencapai 145 persen, dan China mengancam akan melakukan tindakan balasan terhadap negara yang mendukung kebijakan perdagangan AS.

Perbedaan Strategis: Lokasi Produksi

BACA JUGA :  Piala AFF 2026 Jadi Ajang Pembuktian Kualitas Pemain Domestik Racikan John Herdman

Poin krusial yang membedakan Apple dan Samsung adalah lokasi perakitan perangkat mereka. Produk unggulan Apple, seperti iPhone, sebagian besar masih dirakit di China.

Menurut data April 2025 dari Wedbush Securities, sekitar 90 persen produksi iPhone masih berpusat di negara tersebut, meskipun Apple telah berupaya mengalihkan sebagian produksinya ke India dan Vietnam.

Sebaliknya, Samsung sudah sejak lama mengurangi ketergantungannya pada China. Pabrik ponsel terakhir Samsung di China ditutup pada 2019. Kini, sebagian besar produksi smartphone Samsung dilakukan di Vietnam, India, Korea Selatan, dan Brasil.

Hal ini menjadikan Samsung relatif lebih aman dari dampak langsung tarif AS terhadap barang-barang dari China.

BACA JUGA :  Mengapa Kepala Bisa Tiba-Tiba Sakit Saat Makan Es Krim? Ini Penjelasan Ilmiahnya

“Keuntungannya adalah, ya, mereka tidak menghadapi angka gila seperti yang kita hadapi saat ini,” kata Gerrit Schneemann, analis senior di Counterpoint Research, Rabu (23/4/2025).

Apple Bisa Kena Dampak Harga Tinggi

Akibat ketergantungan Apple pada China, analis memperkirakan harga produk Apple bisa melonjak tajam. Analis dari UBS memperkirakan bahwa iPhone 16 Pro Max yang dirakit di China dapat mengalami kenaikan harga hingga US$800 jika tarif dikenakan secara penuh, meski saat ini smartphone masih termasuk dalam pengecualian tarif.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================