
Oleh : Ferrari Pinem (Mahasiswa Doktoral Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB University)
BENDUNG Katulampa Bogor Siaga 4, begitulah judul berita di salah satu media massa terkenal di Indonesia. Meskipun masih dalam keadaan aman namun kedepannya kita diminta untuk tetap waspada, mengingat sebentar lagi musim hujan akan tiba, potensi bencana kemungkinan bisa terjadi sewaktu-waktu.
Intensitas hujan yang besar dalam jangka waktu yang lama menjadi sebuah peringatan akan kemungkinan datangnya bahaya.
Beberapa bahaya yang sering mengintai di musim hujan diantaranya, banjir, tanah longsor dan pohon yang tumbang.
Setiap tahun berita tentang bencana selalu hadir silih berganti, mulai dari lereng pegunungan hingga bantaran sungai sampai ke permukiman di wilayah kota.
Pertanyaannya: apakah kita siap menghadapi bencana yang sama di kemudian hari?
Secara geografis Bogor terletak di antara lereng kaki Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango, dan memiliki tingkat kerentanan yang tinggi akan bencana hidrometeorologi.
Dengan intensitas hujan yang tinggi, topografi yang bergelombang ditambah perkembangan alih fungsi lahan akibat perkembangan kota menjadikan Bogor wilayah yang rawan terhadap kejadian banjir dan longsor.
Meskipun perencanaan tata ruang sudah memperhatikan aspek pengurangan risiko bencana, tetapi di lapangan masih banyak ditemukan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
Terbatasnya ruang terbuka hijau ditambah dengan banyaknya bangunan yang berada di sempadan sungai dan kurangnya daerah resapan air menjadikan bogor sebagai bom waktu bencana.
Ironisnya, ketika bencana terjadi hampir setiap saat kita menyalahkan kejadian alam, meskipun kenyataannya kejadian bencana sering disebabkan oleh aktivitas manusia yang tidak terkontrol seperti sampah, penebangan liar, lemahnya pengawasan pembangunan dan lain sebagainya.
Pada dasarnya bencana sendiri bukan saja bicara soal kerusakan fisik tetapi juga menyangkut aspek sosial dan ekonomi di mana dampak yang terjadi mengakibatkan hilangnya kualitas hidup dan terganggunya aktivitas di masa depan.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















