Heboh! Jepang bakal Blacklist Tenaga Kerja Indonesia, KBRI Tokyo Klarifikasi dan Imbau WNI Tetap Patuhi Hukum

Jepang
Gedung KBRI Tokyo Foto: (Istimewa)

BOGORTODAY.COM, JAKARTA – Sebuah video viral di media sosial memicu keresahan publik setelah menyebut Jepang akan mem-blacklist pekerja Indonesia. Video yang diunggah akun TikTok @isuul14 tersebut menyebutkan bahwa tahun 2026 menjadi kesempatan terakhir bagi warga negara Indonesia yang ingin bekerja di Jepang.

Indonesia mau di-blacklist & 2026 jadi kesempatan terakhir ke Jepang!” bunyi keterangan dalam video berdurasi singkat yang dibagikan @isuul14.

Video tersebut telah ditonton lebih dari 4,1 juta kali dan meraih sekitar 250.000 likes, serta dibanjiri komentar dari netizen yang khawatir masa depan kerja mereka di Jepang akan terganggu.

BACA JUGA :  Veda Ega Start dari Posisi ke-13 di Moto3 Italia 2026, Optimistis Raih Hasil Maksimal

Komentar yang muncul menunjukkan berbagai respons emosional, dari rasa kecewa hingga kepanikan:

  • “Belajar mati-matian malah denger berita kayak gini.”
  • “Yang kasian anak-anak yang masih proses di LPK, walaupun gak di-blacklist pasti aturan diperketat.”
  • “Satu tahun yang lalu ngebujuk ortu mau kerja di Jepang tahun ini baru diizinin, niat tahun depan daftar LPK, belum apa-apa udah dapat kabar begini ya Tuhan.”

Isu ini muncul di tengah pemberitaan tentang beberapa kasus kriminal dan tindakan mengganggu yang dilakukan oleh segelintir pekerja asal Indonesia di Jepang.

Menanggapi kabar tersebut, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo memberikan klarifikasi resmi bahwa hingga saat ini tidak ada pernyataan dari pemerintah Jepang yang menunjukkan bahwa Indonesia akan dimasukkan ke daftar hitam.

BACA JUGA :  Ngaku Lapar, Badut Jalanan Gasak Dompet PKL Cileungsi 

“Sampai dengan saat ini tidak ada pernyataan Pemerintah Jepang yang disampaikan ke KBRI Tokyo terkait dengan daftar hitam yang ramai didiskusikan di sosial media,” kata Muhammad Al Aula, Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Selasa (15/7/2025).

Aula menjelaskan bahwa pemerintah Jepang justru masih sangat terbuka terhadap tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia, dan tren peningkatan jumlah pekerja RI di Jepang mendapat apresiasi positif.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================