BOGORTODAY.COM – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh portofolio investasinya ke depan.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi baru lembaga tersebut untuk memastikan bahwa investasi yang dilakukan memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.
CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan bahwa ke depannya, mayoritas investasi akan diarahkan ke dalam negeri, sebagai bagian dari komitmen Danantara dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Kita evaluasi semua investasi. Fokus kita di Indonesia dulu ya. Kita bilangnya 80 persen fokus di Indonesia, 20 persen di luar Indonesia,” kata Rosan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/7/25).
Pertimbangan Investasi Luar Negeri: Transfer Teknologi dan Lapangan Kerja
Meski menitikberatkan pada investasi domestik, Danantara tetap membuka peluang berinvestasi di luar negeri, asalkan investasi tersebut mampu memberi nilai tambah strategis bagi Indonesia.
Rosan menyebut, dua hal utama yang menjadi pertimbangan saat menempatkan investasi di luar negeri adalah transfer teknologi dan penciptaan lapangan kerja.
“Yang pentingnya lagi adalah return-nya sesuai dengan benchmark yang kita bikin yaitu di atas cost of capital,” jelasnya.
Dengan kata lain, selain manfaat strategis, keuntungan finansial (return on investment) juga menjadi tolok ukur utama dalam pengambilan keputusan investasi.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















