Godrej Perkuat Komitmen Daur Ulang Sampah Kaleng Aerosol secara Berkelanjutan

Sampah
Sampah B3 di Dinas Lingkungan Hidup Jakarta. (Foto: Ist)

BOGORTODAY.COM – Indonesia menghasilkan lebih dari 36 juta ton sampah setiap tahun. Selain itu, berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), Indonesia menghasilkan 34,27 juta ton sampah pada 2024 dengan sebagian diantaranya berupa limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), salah satunya adalah kemasan kaleng bekas bahan kimia.

Limbah jenis ini memerlukan penanganan khusus karena berpotensi mencemari tanah, air, dan membahayakan kesehatan jika tidak dikelola dengan benar.

Sebagai bagian dari implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen, Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) memperkuat komitmen dalam pengelolaan sampah kemasan secara sistematis dan berkelanjutan.

BACA JUGA :  Harga Minyak Dunia Merosot Hampir 3 Persen, Pasar Merespons Sinyal Redanya Ketegangan AS-Iran

Atas konsistensi tersebut, pada tahun 2024 GCPI mendapat pengakuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai salah satu dari 20 perusahaan yang menunjukkan aksi nyata dalam pelaksanaan peta jalan.

GCPI tidak hanya menyusun rencana, tetapi juga secara aktif melaksanakan berbagai inisiatif, melaporkan progres melalui sistem e-reporting, serta mengeksplorasi peluang inovasi pengelolaan sampah.

BACA JUGA :  HGB Kedaluwarsa Sejak 2017, Petani Geruduk BPN Kabupaten Bogor

“Bagi kami, peta jalan bukan hanya dokumen kepatuhan. Ini adalah kompas strategis dalam mengelola lingkungan, dengan target yang terukur, pelaporan yang transparan, dan terintegrasi dalam setiap langkah bisnis,” ujar Dewi Nuraini, Regulatory Head GCPI.

Sebagai produsen berbagai merek ternama seperti HIT dan Stella, GCPI menempatkan pengelolaan limbah kemasan kaleng B3 sebagai prioritas utama. Mengingat sifatnya yang berbahaya, limbah ini hanya boleh ditangani oleh pihak berizin.

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================