
BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kecamatan Jonggol masih menyelidiki dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang menimpa sejumlah siswa SMP Negeri 1 Jonggol. Hasil uji laboratorium belum keluar sehingga belum ada kesimpulan resmi terkait penyebab insiden tersebut.
Camat Jonggol, Andri Rahman menegaskan bahwa kasus ini masih berstatus dugaan. Sampel makanan MBG telah dibawa ke laboratorium Pemerintah Kabupaten Bogor untuk dianalisis lebih lanjut.
“Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini statusnya masih sebatas dugaan. Sampel makanan MBG sudah dibawa ke laboratorium milik Pemerintah Kabupaten Bogor, dan kami masih menunggu hasil resminya,” kata Andri melalui pesan WhatsApp, Rabu (24/9/2025).
Tim gabungan yang melibatkan Muspika Jonggol, Kapolsek, Koramil, Dinas Kesehatan, Puskesmas Jonggol, ahli gizi, dan perwakilan sekolah telah melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi kejadian. Pengecekan difokuskan pada dapur dan jalur distribusi makanan MBG.
Sebagai tindakan preventif, pihak kecamatan bersama sekolah dan dinas kesehatan memberikan arahan kepada penyelenggara program MBG. Arahan tersebut menekankan peningkatan standar kebersihan dan higienitas dalam seluruh proses penyediaan makanan.
“Mulai dari kebersihan alat masak, kebersihan petugas dapur, hingga tempat penyimpanan makanan harus diperhatikan dengan ketat. Makanan tidak boleh terpapar langsung sinar matahari dan harus ditempatkan di ruangan yang layak,” jelasnya.
Kecamatan Jonggol berencana menggelar rapat koordinasi khusus dengan seluruh penyelenggara MBG, Forkopimcam, Puskesmas, dan pihak sekolah. Tujuan pertemuan ini adalah mengevaluasi pelaksanaan program dan mencegah kejadian serupa di sekolah lain.
Editor : Bas
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















