
BOGORTODAY.COM – Pelayanan kesehatan di RSUD Kota Bogor menjadi sorotan Komisi IV DPRD Kota Bogor setelah munculnya surat edaran internal terkait efisiensi pelayanan akibat keterbatasan obat-obatan.
DPRD menegaskan agar upaya efisiensi tidak berdampak pada hak masyarakat dalam mendapatkan layanan medis yang layak.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Ence Setiawan, menegaskan hal itu usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Kota Bogor pada Rabu (8/10/2025). Sidak dilakukan untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal meski rumah sakit tengah menghadapi kendala pasokan obat.
“Persoalan di RSUD Kota Bogor memang harus segera dipulihkan, khususnya di bagian pelayanan. Kebutuhan dasar dari pelayanan itu adalah obat-obatan,” ujar, Ence.
Menurutnya, kebutuhan obat di RSUD sangat tinggi, mencapai sekitar 1.500 resep per hari. Kekosongan obat paling banyak terjadi pada jenis obat penyakit kronis, sementara stok untuk penyakit non-kronis masih relatif aman.
“Yang tidak tersedia itu kebanyakan obat untuk penyakit kronis. Kalau yang non-kronis alhamdulillah masih ter-cover,” jelasnya.
Meski menghadapi keterbatasan, Ence menegaskan RSUD tidak boleh menurunkan kualitas pelayanan. Sebagai rumah sakit tipe B dan rujukan utama masyarakat Bogor Raya, pasien tetap harus mendapatkan penanganan maksimal.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















