Bahaya Radiasi UV di Pesawat: Risiko Kanker Kulit Mengintai Penumpang Kursi Jendela

Pesawat
Bahaya Radiasi UV di Pesawat: Risiko Kanker Kulit Mengintai Penumpang Kursi Jendela. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Saat naik pesawat, terlebih jika duduk di dekat jendela, sebagian orang menikmati pemandangan langit yang indah.

Namun, di balik itu ada risiko yang jarang disadari: paparan radiasi ultraviolet (UV) yang dapat membahayakan kulit.

Menurut para ahli, jendela pesawat tidak sepenuhnya mampu memblokir sinar UVA dan UVB—jenis radiasi yang dapat menyebabkan peradangan kulit, penuaan dini, hingga kanker kulit.

BACA JUGA :  10 Strategi Memasak Hemat agar Pengeluaran Makan Tetap Terkendali di Tengah Kenaikan Harga

Mengapa Duduk di Dekat Jendela Berbahaya?

Sinar UVA dapat menembus kaca dan mempercepat penuaan kulit, sementara UVB berkontribusi terhadap kanker kulit.

Keduanya tetap dapat menembus jendela pesawat, terutama karena kaca pesawat umumnya hanya memblokir sebagian radiasi tersebut.

Dokter kulit bersertifikat, Marnie Nussbaum, menjelaskan:

“Jendela pesawat tidak sepenuhnya memblokir sinar UVA. Pada ketinggian 30.000 kaki, paparan UV meningkat karena atmosfer yang lebih tipis, jadi SPF sangat penting saat penerbangan.”

BACA JUGA :  Kehamilan di Usia 40-an: Tidak Selalu Aman Jika Disertai Penyakit Berat

Selain itu, pada ketinggian jelajah pesawat, atmosfer menjadi lebih tipis sehingga radiasi UV yang mencapai tubuh meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan permukaan bumi.

Nussbaum menambahkan bahwa risiko ini dapat berkurang jika seluruh tirai jendela ditutup sepanjang penerbangan, meski hal ini jarang dilakukan.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================