SOLO, Today – Pelatih Surabaya United Ibnu Grahan tetap optimistis menatap duel melawan AreÂma C r o Ânus dalam lanjutan Grup E delapan beÂsar Piala Jenderal Sudirman, Sabtu (19/12), sekalipun sudah kehilangan tiga pilar.
Manajemen Surabaya United seÂcara mendadak telah memecat tiga pemain pilar mereka menjelang duel tersebut, yakni kiper Jendri Pitoy, bek Otavio Dutra, serta striker Pedro Javier.
Kehilangan Pedro menjadi keruÂgian bagi Surabaya United. Sebab, mereka dipastikan tidak bisa meÂmainkan Rudi Widodo yang absen menjalani sanksi kartu merah. KondiÂsi ini membuat barisan depan SuraÂbaya United menjadi berkurang.
“Absennya beberapa pemain dalam pertandingan nanti pasti akan berdampak pada permainan tim. Untuk itu, kini saya terus fokus mempersiapkan para pemain yang ada agar bisa mengimbangi Arema,†ungkap Ibnu.
“Masih banyak pemain pengganÂti, dan mereka saya lihat sudah siap dimainkan. Hanya tinggal matangÂkan persiapan akhir saja. Saya tegasÂkan, kami sudah siap hadapi Arema.â€
Guna mengisi kekosongan Ibnu kemungkinan akan mencoba meÂmaksimalkan tenaga Ilham Udin Armaiyn, Siswanto, dan Thiago FurÂtuoso Dos Santos. Sedangkan Wahyu Subo Seto dan Erick Dwi ErmawanÂsyah disiapkan sebagai pelapis.
“Semoga saja pemain yang dituÂrunkan dapat membalasnya dengan penampilan sesuai harapan. Kalau melihat fisik mereka, memang sudah siap bermain. Kini tinggal membeÂnahi mental bertandingnya saja,†pungkas Ibnu.
Sementara itu, Cap Surabaya United sebagai tim dengan materi usia muda, dimentahkan oleh pelatih Arema Cronus, Joko Susilo.
Menurut pelatih yang akrab disapa Gethuk ini, Surabaya United bermaterikan pemain senior yang kenyang pengalaÂman.
Pada setiap pertandingan, pelatih Ibnu Grahan selalu menemÂpatkan empat hingga lima pemain muda di skuat Surabaya United. MerÂeka di antaranya adalah Putu Gede Juni Antara, M. Fatchurohman, ZulfiÂandi, Ilham Udin Armaiyn dan Evan Dimas Darmono.
“”Yang bilang muda siapa. LiÂhat di lini belakang senior semua. Yang main muda berapa orang? EmÂpat. Kalau disini dua disana empat, sama. Kelihatannya saja mereka ada mantan pemain Timnas U-19,” tutur Gethuk.
Mantan striker Arema era akhir 90an ini menganggap bahwa SurabaÂya United adalah tim yang berbahaya dan wajib diwaspadai oleh timnya.
Sayang di laga besok, Singo Edan terancam tak bisa menuÂrunkan dua p e Âmain inti, yakni Juan Revi dan Kiko Insa. Selain cedera, Revi tak bisa main karena akumulasi kartu. Sedangkan Kiko mengalami masalah di lututnya.
“Siapapun yang tidak bisa main, sudah kita antisipasi semua. SiapapÂun yang tidak bisa main, yang lain haÂrus siap. Karena tanggung jawabnya sama,” tutup Gethuk.
(Imam/net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















